Pelabuhan Ketapang Kembali Dibuka Usai Demo Sopir Truk
- 04 Sep 2026 01:02 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Akses kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi kembali dibuka setelah puluhan sopir truk tronton menggelar aksi protes terkait kemacetan dan operasional pelabuhan. Pembukaan akses dilakukan sekitar pukul 17.15 WIB, setelah perwakilan sopir mencapai kesepakatan dengan operator dan regulator pelabuhan, Kamis, 3 September 2026.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan yang melibatkan perwakilan sopir, ASDP, KSOP, serta pihak terkait lainnya. Setelah pertemuan, puluhan sopir membubarkan diri dan akses menuju pelabuhan kembali dibuka.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan pembukaan akses dilakukan setelah enam poin kesepakatan disepakati bersama. Kesepakatan tersebut mencakup pengaturan kapal, percepatan layanan, hingga penanganan kendaraan berdasarkan berat muatan.
“Dengan adanya kesepakatan tersebut, penutupan akses menuju Pelabuhan Ketapang pada akhirnya dapat dihentikan. Pada pukul 17.15 WIB, penutupan akses menuju Pelabuhan Ketapang telah dihentikan dan akses kembali dibuka,” kata Media, Kamis, 3 September 2026.
Enam poin kesepakatan tersebut antara lain memastikan jumlah kapal yang beroperasi sesuai kebutuhan. Selanjutnya, dilakukan percepatan operasional pelabuhan dan kapal dengan pembagian muatan ringan di bawah 30 ton ke dermaga Movable Bridge (MB), sedangkan muatan di atas 30 ton diarahkan ke dermaga Landing Craft Machine (LCM).
Operator dan regulator juga akan menambah kapal yang beroperasi dengan sistem tiba, bongkar, dan berangkat (TBB) untuk membantu mengurai antrean kendaraan. Sementara itu, sopir diminta mengikuti arahan petugas dalam proses pemuatan kapal dan dapat dikenai sanksi jika melanggar aturan di kawasan pelabuhan.
Kesepakatan berikutnya mengatur pemberian sanksi terhadap petugas apabila terbukti melanggar ketentuan. KSOP juga akan mempercepat pelayanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan pelayaran.
Selain itu, asosiasi pelayaran diminta mengoptimalkan perjalanan dan muatan kapal. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus kendaraan di Pelabuhan Ketapang.
Koordinator sopir, Darmawan, mengatakan kemacetan yang terjadi selama ini berdampak langsung terhadap penghasilan dan biaya operasional para sopir. Mereka harus mengeluarkan biaya tambahan karena terpaksa menginap di jalan selama antrean kendaraan.
“Biaya makan bertambah. Dan risiko muatan busuk,” kata Darmawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....