Polres Situbondo Beri Pemahaman AI kepada Siswa

  • 02 Sep 2026 01:21 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Polres Situbondo, Jawa Timur, membekali siswa dan tenaga pendidik SMAN 1 Panji tentang pemanfaatan Artificial Intelligence atau AI secara bijak dan bertanggung jawab.

Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie mengatakan, kegiatan sosialisasi pemahaman AI diikuti ratusan siswa dan tenaga pendidik yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Panji, Selasa, 1 September 2026.

Siswa diberikan pemahaman mengenai perkembangan teknologi AI serta pemanfaatannya untuk mendukung kegiatan pendidikan. Peserta dikenalkan dengan berbagai penggunaan AI, mulai dari membantu mencari informasi, mengembangkan materi pembelajaran, hingga mendorong kreativitas dan inovasi.

"Kami juga memberikan pemahaman mengenai risiko penggunaan AI dan mengingatkan siswa agar tidak menyalahgunakan teknologi tersebut," imbuh Kapolres Bayu.

Penyalahgunaan AI yang sering dilakukan seperti menyebarkan informasi yang tidak benar, melakukan plagiarisme, memanipulasi informasi, atau tindakan lain yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

"Penting bagi kita untuk kritis dalam menggunakan AI. Sebab informasi melalui AI perlu diperiksa dan diverifikasi untuk memastikan kebenarannya," bebernya.

Sementara itu, Kabag SDM Polres Situbondo, Kompol Aryo Pandanaran mengatakan perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan pengetahuan dan tanggung jawab, khususnya di kalangan generasi muda.

“AI dapat menjadi sarana yang membantu proses belajar dan mengembangkan kemampuan siswa. Namun, penggunaannya harus tetap bijak, bertanggung jawab, dan memperhatikan etika,” ucap Kompol Aryo.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Panji, Hamidah menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pemahaman tentang AI penting diberikan kepada siswa karena teknologi tersebut semakin dekat dengan aktivitas belajar sehari-hari.

“Materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi siswa maupun guru. Kami jadi lebih memahami bagaimana memanfaatkan AI untuk mendukung pembelajaran sekaligus mengetahui batasan dan etika dalam penggunaannya,” ujarnya.

Ia berharap edukasi semacam itu dapat terus dilakukan sehingga siswa tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memanfaatkannya.

“Kami berharap anak-anak dapat menggunakan AI untuk hal-hal yang positif, membantu proses belajar, mengembangkan kreativitas, dan tetap mengutamakan kejujuran dalam mengerjakan tugas,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....