Pertamina Jatim Balinus Perkuat Mitigasi Gangguan Distribusi LPG
- 31 Agt 2026 15:30 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memperkuat mitigasi gangguan operasional untuk menjaga kelancaran penyaluran LPG di wilayah Banyuwangi yang juga mewilayahi Kabupaten Situbondo.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan, pihaknya melakukan langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran penyaluran LPG di wilayah Banyuwangi dan Situbondo menyusul terganggunya operasional fasilitas pengisian LPG milik PT MMP Bosowa sejak Rabu, 26 Agustus 2026.
"Gangguan operasional dipengaruhi adanya kegiatan penyampaian aspiBosowaerkait persoalan lahan di lingkungan PT MMP Bosowa yang berdampak pada terbatasnya akses menuju fasilitas. Kondisi ini memengaruhi proses pengisian skid tank LPG untuk sejumlah SPBE di wilayah Banyuwangi dan Situbondo," ujarnya kepada RRI, Senin, 31 Agustus 2026.
Kata Ahad Rahedi, Pertamina terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan LPG bagi masyarakat.
“Pertamina terus memantau stok dan penyaluran LPG di Banyuwangi dan Situbondo. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar operasional pengisian dapat segera kembali berjalan dan kebutuhan LPG masyarakat tetap terpenuhi,” ucap Ahad.
Berdasarkan pemantauan sementara, dari delapan SPBE yang melayani wilayah Banyuwangi dan Situbondo, lima SPBE mengalami keterbatasan stok. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pelayanan apabila pasokan belum dapat diterima dalam waktu dekat.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina berkoordinasi dengan manajemen PT MMP Bosowa agar operasional pengisian skid tank dapat segera kembali berjalan. Pertamina juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk mendukung kelancaran dan keamanan proses distribusi.
“Pertamina telah menyiapkan skenario distribusi alternatif dengan mempertimbangkan ketersediaan armada, stok di masing-masing SPBE, serta kondisi akses jalan. Langkah ini dilakukan agar penyaluran LPG tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan distribusi,” tegas Ahad.
Pertamina Patra Niaga terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan kondisi di lapangan dan secara dinamis menyesuaikan strategi penyaluran berdasarkan ketersediaan stok, kebutuhan masyarakat, serta kondisi operasional dan akses distribusi.
Langkah mitigasi akan terus diperkuat untuk menjaga keandalan rantai pasok dan memastikan penyaluran LPG kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal. Pertamina juga berharap situasi yang terjadi dapat segera mereda dan kondisi kembali kondusif, sehingga proses penyaluran LPG dapat berlangsung secara normal dan kebutuhan energi masyarakat luas tetap terpenuhi.
"Untuk informasi maupun penyampaian laporan terkait produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135," imbuh Ahad Rahedi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....