Mahasiswa Unej Kembangkan Okra Menjadi Produk Minuman

  • 31 Agt 2026 12:42 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Mahasiswa Universitas Jember atau UNEJ mengembangkan inovasi pengolahan Okra, sayuran hijau berbentuk lonjong mirip cabai besar atau yang sering disebut Oyong menjadi produk minuman yang diberi nama Kopi Okra.

Melalui Program Mahasiswa Berdesa (PROMAHADESA) sebanyak 10 mahasiswa mengembangkan inovasi pengolahan okra menjadi minuman kopi okra yang juga berpeluang untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat secara partisipatif. Tidak berhenti pada pengenalan produk, mahasiswa mendampingi masyarakat mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan okra, hingga menghasilkan produk kopi okra.

"Kami juga memberikan penguatan pembuatan kemasan, identitas produk, dan strategi pemasarannya," ujar Ketua Tim PROMAHADESA UNEJ, Annufus Ilannajah, Senin, 31 Agustus 2026.

Katanya, inovasi kopi okra berangkat dari upaya melihat komoditas pertanian lokal dari sudut pandang yang lebih luas. Karena selama ini okra lebih banyak dijual atau dikonsumsi sebagai sayuran segar.

"Kopi okra menjadi salah satu eksperimen kami untuk menunjukkan bahwa potensi pertanian lokal masih dapat dikembangkan lebih jauh,” bebernya.

Proses pengembangan Kopi Okra juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat. Masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada hasil akhir, namun juga dilibatkan dalam proses produksi mengenai pengolahan hingga menjadi produk baru.

“Target kami yang paling penting adalah masyarakat memahami prosesnya dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan produk tersebut setelah program selesai,” imbuhnya.

Sementara itu, Dosen pembimbing PROMAHADESA UNEJ, Bayu Aprillianto mengatakan, inovasi ini merupakan contoh bagaimana kegiatan pengabdian dapat menghubungkan potensi pertanian dengan pengembangan kewirausahaan masyarakat.

“Nilai sebuah komoditas tidak berhenti pada hasil panen. Tantangannya adalah bagaimana hasil pertanian dapat diolah, dikemas, dan diposisikan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Di sinilah peran mahasiswa sebagai penghubung antara pengetahuan akademik, kreativitas, dan potensi yang dimiliki masyarakat,” ungkapnya.

Keberlanjutan inovasi perlu didukung dengan pengembangan aspek non-produksi, terutama kualitas produk, konsistensi proses, kemasan, identitas merek, serta strategi pemasaran.

“Kopi okra masih merupakan titik awal. Setelah produk terbentuk, tahap berikutnya memastikan kualitasnya konsisten, memahami penerimaan konsumen, memperkuat branding, dan melihat model bisnis yang realistis,” imbuhnya.

Kegiatan ini juga bagian dari pengabdian masyarakat yang menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan inovasi berbasis potensi lokal.

Inovasi Kopi Okra menjadi bagian dari upaya mendorong diversifikasi hasil pertanian dan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan produk berbasis sumber daya lokal.

"Produk tersebut masih memiliki ruang pengembangan, baik dari sisi formulasi, kemasan, identitas produk, maupun strategi pemasaran agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.” imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....