SAR Jember Ingatkan Wisatawan Waspadai Arus Pantai Selatan

  • 31 Agt 2026 12:04 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai selatan Jember diimbau tidak mengabaikan faktor keselamatan.

Karakteristik ombak dan arus laut di kawasan tersebut dinilai berisiko, terutama bagi pengunjung yang berenang atau bermain terlalu dekat dengan bibir pantai.

Imbauan ini disampaikan Komandan Tim Operasi SAR Jember, Jefrianzah Putra Pratama, menyusul peristiwa wisatawan yang terseret ombak di Pantai Karang Anyar, Desa Paseban, Kecamatan Kencong.

Jefri mengatakan, pantai selatan memiliki karakteristik arus dan ombak yang dapat menyeret benda maupun orang ke arah laut.

Karena itu, wisatawan tidak dianjurkan berenang dan sebaiknya menikmati kawasan pantai dari titik yang aman.

“Cukup menikmati secara visual, karena karakteristik ombak dan arusnya dapat menyeret benda apa pun yang berada di pantai,” ujarnya, saat on air Halo RRI, Senin (31/8/2026).

Selain memperhatikan kondisi di lokasi, wisatawan diminta melakukan persiapan sebelum berangkat. Salah satunya dengan memantau prakiraan cuaca dan informasi tinggi gelombang melalui kanal resmi BMKG.

Menurut Jefri, kondisi gelombang di pantai selatan juga dapat berubah. Dalam sepekan sebelumnya, tinggi gelombang sempat mencapai 4 meter, sebelum berangsur turun menjadi sekitar 1,5 hingga maksimal 2,5 meter.

Meski gelombang menurun, wisatawan tetap diminta tidak menganggap kondisi laut sepenuhnya aman. Rambu-rambu keselamatan dan larangan yang dipasang di kawasan wisata harus dipatuhi.

“Ketika kita sudah mengetahui larangan-larangan yang berada di sekitar tempat wisata, patuhi dan jangan sampai kita melanggar,” katanya.

Jefri menambahkan, pengawasan di kawasan wisata pantai juga dilakukan melalui kelompok sadar wisata dan kelompok masyarakat yang telah dibina pemerintah daerah.

“Mereka berperan memberikan peringatan serta membantu mengawasi aktivitas wisatawan,” tambahnya.

Jefri mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan keselamatan diri dan keluarga selama berwisata.

Jika menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan, masyarakat dapat menghubungi layanan SAR melalui 115.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....