Maulid Nabi Identik dengan Tradisi Sajian Buah, Simbol Syukur dan Kebersamaan
- 31 Agt 2026 11:38 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sejumlah daerah tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga diwarnai berbagai tradisi masyarakat. Salah satunya penyajian buah-buahan yang menjadi bagian dari hidangan dalam kegiatan Maulid Nabi.
Buah seperti pisang, jeruk, apel, salak, anggur hingga buah lokal lainnya kerap disusun dan dibagikan kepada jamaah. Kehadiran buah dalam tradisi tersebut tidak sekadar menjadi pelengkap hidangan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya berbagi dan mempererat kebersamaan masyarakat.
Pedagang buah, Ahmad Basori, mengatakan permintaan buah biasanya turut meningkat ketika masyarakat menggelar berbagai kegiatan keagamaan dan tradisi masyarakat, termasuk peringatan Maulid Nabi.
“Kalau ada acara Maulid biasanya masyarakat membeli buah dalam jumlah lebih banyak untuk hidangan atau dibagikan kepada jamaah. Jenis buahnya bermacam-macam, tergantung kebutuhan dan anggaran,” ujar Basori.(21/08/2026)
Menurut Basori, buah yang dipilih masyarakat umumnya merupakan buah yang mudah disajikan dan dapat dinikmati bersama. Kondisi buah juga menjadi perhatian agar tetap segar ketika disuguhkan dalam acara.
“Biasanya yang dicari buah yang masih segar dan bagus. Pisang, jeruk, apel dan anggur cukup sering dipilih karena mudah disajikan dan bisa dinikmati bersama,” katanya.
Sementara itu, pemerhati budaya, Firdaus, menjelaskan tradisi penyajian makanan dalam peringatan Maulid Nabi merupakan bentuk ekspresi budaya masyarakat dalam memeriahkan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Yang paling penting bukan jenis buah atau makanannya, tetapi semangat berbagi dan kebersamaan yang ada di dalamnya. Tradisi ini menjadi bagian dari cara masyarakat memaknai Maulid Nabi,” ujarnya.
Tradisi tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga. Masyarakat biasanya membawa makanan atau buah untuk kemudian dinikmati dan dibagikan secara bersama-sama.
Di tengah perkembangan zaman, tradisi menyajikan buah saat Maulid Nabi masih dapat ditemukan di berbagai lingkungan masyarakat. Jenis dan cara penyajiannya dapat berbeda-beda sesuai dengan kebiasaan masing-masing daerah.
Bagi pedagang buah, momentum tersebut sekaligus menjadi peluang ekonomi karena meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buah untuk berbagai kegiatan.
Agung berharap tradisi berbagi dalam peringatan Maulid Nabi dapat terus dipertahankan.
“Yang bagus dari tradisi seperti ini adalah masyarakat bisa berkumpul dan saling berbagi. Mudah-mudahan kebersamaan seperti ini terus ada,” pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi pada akhirnya tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat silaturahmi, berbagi rezeki dan menjaga tradisi kebersamaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....