Tretan Nyawiji, Mahasiswa STIKes Bhakti Al-Qodiri Edukasi Imunisasi dan Gizi
- 30 Agt 2026 03:55 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap imunisasi dan pemenuhan gizi balita dilakukan mahasiswa STIKes Bhakti Al-Qodiri melalui program pengabdian masyarakat di Desa Suci, Jember.
Program yang dikemas melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) tersebut diberi nama Tretan Nyawiji, yang berarti persaudaraan. Program ini menggabungkan edukasi imunisasi dengan intervensi gizi sebagai upaya pencegahan stunting.
Ketua tim, Ulil Azkiya, mengatakan gagasan tersebut berangkat dari masih adanya kekhawatiran orang tua terhadap imunisasi, terutama terkait efek samping seperti demam setelah vaksinasi.
Menurutnya, pendekatan berbasis kekeluargaan dan budaya lokal dipilih agar edukasi kesehatan lebih mudah diterima masyarakat.
“Kami memilih pendekatan persaudaraan untuk mengikis hambatan tersebut,” ujar Ulil, Sabtu (29/8/2026).
Di wilayah lereng gunung Desa Suci, tim menemukan cakupan imunisasi dasar dan pemenuhan gizi balita masih perlu diperkuat.
Kekhawatiran terhadap efek pascaimunisasi serta informasi yang kurang tepat menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian masyarakat enggan mengakses layanan kesehatan.
Di sisi lain, Desa Suci memiliki sejumlah bahan pangan lokal seperti jagung, kacang hijau, dan kecipir yang berpotensi diolah menjadi makanan pendamping ASI atau MP-ASI.
Melalui Tretan Nyawiji, mahasiswa melakukan kunjungan ke rumah warga melalui kegiatan Sambang Data.
Edukasi mengenai imunisasi kemudian dilakukan melalui Ngaji Sehat, menggunakan media flipchartuntuk menjelaskan informasi medis sekaligus mengaitkannya dengan Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 tentang imunisasi.
Mahasiswa juga membagikan Kit Siaga KIPI yang berisi termometer digital dan kompres gel instan. Perlengkapan tersebut diharapkan membantu orang tua menangani demam ringan setelah imunisasi secara mandiri di rumah.
Sementara untuk penguatan gizi, tim menjalankan Pawon Tretan, yakni pelatihan pengolahan MP-ASI menggunakan bahan pangan lokal. Kegiatan ini melibatkan kader dan 15 ibu sebagai mitra.
Para peserta juga mendapatkan Kartu Kendali Tretan Suci berukuran menyerupai paspor. Kartu tersebut memuat lembar komitmen bersama kader serta nomor kontak darurat bidan desa.
Ulil berharap pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan pengetahuan orang tua, tetapi juga membuat layanan Posyandu semakin dekat dan ramah bagi masyarakat.
“Melalui program ini, kami ingin memberikan solusi nyata yang menghilangkan rasa takut ibu terhadap imunisasi, sekaligus memanfaatkan bahan pangan lokal untuk mencegah stunting di Desa Suci,” katanya.
Program tersebut dibimbing Bdn. Rifzi Devi Nurvitasari, S.Tr.Keb., M.Keb. Tim mahasiswa terdiri atas Ulil Azkiya, Anggun Baitatus S., Putri Firnanda, Yusril Masalik, dan Maudy Vernanda Lathifah.
Melalui program yang didanai dalam skema PKM-PM Belmawa Kemdiktisaintek itu, mahasiswa berharap edukasi imunisasi dan pemanfaatan pangan lokal dapat terus dilanjutkan masyarakat secara mandiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....