Wisudawan FKM UNEJ Ini Konsisten Jaga Hafalan Al-Qur’an 30 Juz

  • 27 Agt 2026 14:58 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Kesibukan menjalani perkuliahan dan aktivitas organisasi tidak menghalangi Nafisah Aulia Abdhy untuk tetap menjaga hafalan Al-Qur’an 30 juz.

Wisudawan Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember (UNEJ) itu berhasil mempertahankan hafalannya hingga menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Nafisah merupakan salah satu dari 800 lulusan yang mengikuti Wisuda Periode II Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus Tegalboto, Sabtu 22 Agustus 2026.

Selain menyelesaikan pendidikan di FKM UNEJ, perempuan asal Pasuruan tersebut juga menorehkan sejumlah prestasi selama menjadi mahasiswa.

Hafalan 30 juz telah diselesaikan Nafisah sejak menempuh pendidikan di SMA Ar-Rohmah Putri Malang.

Tantangan berikutnya adalah mempertahankan hafalan tersebut di tengah aktivitas akademik, organisasi, hingga berbagai kegiatan kemahasiswaan.

“Tantangan terbesar justru ada pada proses murojaah (menjaga hafalan) saat menjadi mahasiswa. Kesibukan, tanggung jawab organisasi, dan lingkungan yang heterogen menuntut konsistensi tinggi,” ujar Nafisah.

Menurutnya, pendidikan dan hafalan Al-Qur’an merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan. Ia memandang pendidikan sebagai bekal untuk kehidupan dunia, sementara Al-Qur’an menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.

“Bagi saya, kuliah adalah bekal sukses karier dunia, sedangkan Al-Qur’an adalah bekal akhirat,” katanya.

Selain menjaga hafalan, Nafisah aktif mengembangkan kemampuan akademik dan organisasi.

Ia pernah meraih Bronze Medal Lomba Esai Tingkat Nasional yang digelar Nusantara Muda serta menjadi penerima pendanaan kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa peduli stunting dari BKKBN.

Ia juga masuk 10 besar Public Health Competition FKM UNEJ dan dipercaya menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (Hamasakesmas) FKM UNEJ.

Nafisah mengatakan, menjadi penghafal Al-Qur’an juga menjadi pengingat bagi dirinya dalam bersikap dan berinteraksi di lingkungan kampus.

Nilai-nilai yang dipelajari melalui Al-Qur’an berusaha ia terapkan bersamaan dengan aktivitas akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

Di balik konsistensinya, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting. Kedua orang tuanya sejak awal mendukung keputusan Nafisah untuk menghafal Al-Qur’an, sekaligus mendorongnya tetap menempuh pendidikan tinggi.

“Orang tua saya selalu berpesan untuk menjadi penghafal Al-Qur’an yang tetap berpendidikan tinggi. Sampai sekarang pun, bapak ibu saya adalah orang pertama yang selalu mengingatkan saya untuk murojaah di tengah kesibukan saya dalam kegiatan perkuliahan dan ormawa,” katanya.

Bagi Nafisah, pencapaian tersebut bukan semata hasil perjuangan pribadi. Doa, dukungan, dan pengorbanan keluarga turut menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkannya menyelesaikan pendidikan di FKM UNEJ sekaligus mempertahankan hafalan Al-Qur’an 30 juz.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....