Pesona Gunung Carenge Jadi Primadona Baru, Masih Ditutup
- 25 Agt 2026 10:44 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Gunung Carenge melalui jalur Dusun Lerpenang, Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dalam beberapa bulan terakhir menjadi destinasi favorit baru bagi para pendaki.
Gunung dengan ketinggian 1.978 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu ramai dikunjungi pendaki dari berbagai daerah karena menawarkan panorama Kaldera Ijen Purba dari ketinggian.
Sejumlah unggahan di media sosial turut membuat Gunung Carenge semakin dikenal. Selain panorama matahari terbit dan lautan awan, pendaki juga dapat menikmati hamparan vegetasi hijau di sepanjang jalur menuju puncak.
Namun, popularitas tersebut untuk sementara harus terhenti. Pemerintah Desa Kaligedang resmi menutup jalur pendakian Gunung Carenge mulai Senin (24/8/2026) karena kawasan di sekitar gunung tengah dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Desa Kaligedang, Sukarto, mengatakan keputusan penutupan diambil sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pendaki.
"Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena saat ini sedang terjadi kebakaran hutan di sekitar Gunung Carenge. Langkah ini diambil untuk menjaga dan mengantisipasi jika ada pendaki yang nekat naik. Siapa yang nanti bertanggung jawab," tegas Sukarto saat dikonfirmasi.
Menurut Sukarto, penutupan tersebut memang berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga sekitar yang mulai mendapatkan penghasilan dari jasa ojek menuju kawasan pendakian. Tarif ojek dari basecamp menuju Pintu Rimba mencapai Rp55.000 per perjalanan.
Meski demikian, pemerintah desa memilih mengutamakan keselamatan pendaki selama kondisi kawasan belum aman.
Di sisi lain, masa penutupan akan dimanfaatkan pemerintah desa untuk membenahi legalitas pengelolaan wisata Gunung Carenge. Salah satunya melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pengajuan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Perhutani Bondowoso.
"Saya sedang menyusun perencanaannya. Perlu ada kerja sama yang baik, baik ke Perhutani Bondowoso maupun Banyuwangi. Nanti akan kami paparkan," ujarnya.
Sukarto juga memastikan hingga saat ini Pemerintah Desa Kaligedang maupun warga setempat belum memberlakukan tiket masuk atau retribusi kepada pendaki.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Intan Puspita Dewi, membenarkan hal tersebut.
| Baca juga: Sampah Kiriman Penuhi Pantai Banyuwangi |
"Selama ini fasilitas yang berjalan baru sebatas ojek wisata itu. Jadi memang belum ada registrasi tiket dan sejenisnya," terang Intan.
Ia menyebut Pokdarwis Desa Kaligedang kini telah resmi terbentuk. Selanjutnya, Disparbudpora Bondowoso akan memberikan pendampingan terkait tata kelola wisata dan kelembagaan.
"Awal bulan September kami jadwalkan pembinaan untuk Pokdarwis Carenge," tuturnya.
Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, menambahkan pihaknya juga berencana menggandeng Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) untuk memberikan pembekalan kepada pengelola wisata.
Pembekalan tersebut akan mencakup pemahaman mengenai kepariwisataan, keramahan atau hospitality, hingga standar keamanan dalam pengelolaan wisata minat khusus.
Disparbudpora juga siap menjembatani penyusunan PKS antara pengelola setempat dengan Perhutani dan PTPN.
"Fokus utamanya adalah bagaimana mereka secara kelembagaan bisa legal terlebih dahulu," ungkap Gede.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....