Langkah Nyata Profesor Hamdanah Cetak Sejarah Akademik di UIJ

  • 25 Agt 2026 06:43 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember: Universitas Islam Jember (UIJ) mengukuhkan Prof. Dr. Dra. Hj. Hamdanah Utsman, M.Hum., C.PLA. sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen Pendidikan Islam dalam Rapat Terbuka Senat UIJ di Aula Sari Utama, Kecamatan Kaliwates, Rabu 12 Agustus 2026. Pengukuhan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi UIJ, karena Profesor Hamdanah berhasil memecah telur sebagai akademisi perempuan pertama yang meraih puncak kasta akademik di kampus tersebut. Perjalanan panjangnya meniti karier dari bawah hingga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Shofa Marwa Jember serta dosen Pascasarjana UIN KHAS Jember membuktikan integritas dan dedikasi berkelanjutannya dalam dunia pendidikan. Gema penguatan kemanusiaan dan keadilan gender tersebut turut diamini oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Melalui sambungan daring, Ketua Umum PP Muslimat NU ini menekankan peran strategis perguruan tinggi untuk memastikan perkembangan AI berfokus pada kemaslahatan dan keberdayaan manusia.

Ketua Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab), menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian inspiratif ini. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Arifin Jember tersebut menegaskan bahwa keberhasilan Profesor Hamdanah merupakan bukti nyata keadilan gender dalam perspektif Islam.

"Ruang pengabdian dan kepemimpinan ditentukan oleh kapasitas serta tanggung jawab, bukan jenis kelamin. Ini yang harus kita ingat, akses terhadap ilmu, amal saleh, dan jabatan akademik terbuka setara bagi laki-laki maupun perempuan. Saya berharap jejak luar biasa ini dapat menjadi teladan bagi para dosen senior lainnya." katanya.

Prof. Hamdanah menyampaikan rasa syukur mendalam saat diwawancarai oleh RRI, seraya berharap amanah dan gelar akademis tertinggi yang disandangnya ini mampu membawa keberkahan nyata bagi kemajuan masyarakat Jawa Timur.

"Saya menyampaikan orasi ilmiah bertajuk Rekonstruksi Kelembagaan Pendidikan Islam Berkarakter dan Berbasis Keadilan Gender di Era Artificial Intelligence (AI)”, Jadi poinnya menyoroti masih ditemukannya ketidakadilan gender di sejumlah lembaga pendidikan Islam. Penguatan argumentasinya melalui pemaknaan dalil Al-Qur'an, yakni Surat An-Nahl ayat 97 dan Surat At-Taubah ayat 71, tentang kesetaraan peran serta amal saleh. Bahwa di tengah pesatnya arus kecerdasan buatan, pesantren dan lembaga pendidikan Islam tidak boleh diseragamkan maupun kehilangan ruh utamanya, sehingga kesiapan sumber daya manusia harus tersentuh terlebih dahulu agar teknologi tidak menjauhkan nilai-nilai humanis. Semoga amanah dan gelar akademis tertinggi ini mampu membawa keberkahan nyata bagi kemajuan masyarakat Jawa Timur " ujarnya, 24 Agustus 2026.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....