Warga Rowokangkung Lumajang Gelar Grebeg Wiwitan

  • 24 Agt 2026 01:49 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Ratusan warga Desa Nogosari, Kecamatan Rowokangkung, memadati Lapangan Desa Nogosari pada Sabtu, 22 Agustus 2026, untuk mengikuti tradisi Grebeg Wiwitan. Puncak acara ditandai dengan pembagian tiga gunungan hasil bumi kepada masyarakat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dan berlangsung meriah. Polsek Rowokangkung menurunkan personel untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik agar acara berjalan tertib dan aman.

Pantauan di lokasi, antusiasme warga cukup tinggi sejak awal rangkaian. Sorak warga mengiringi saat tiga gunungan yang berisi hasil bumi dibawa ke tengah lapangan, lalu dibagikan secara bergotong royong. Tradisi ini menjadi daya tarik utama sekaligus simbol rasa syukur atas hasil panen.

Kapolsek Rowokangkung Iptu Nur Mofit mengatakan, kehadiran polisi bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman selama kegiatan berlangsung. Personel ditempatkan secara strategis untuk memantau kerumunan dan mengantisipasi kepadatan.

“Kami melakukan pengamanan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang mengikuti Grebeg Wiwitan. Personel kami juga melakukan pemantauan selama kegiatan berlangsung,” ujarnya Minggu 23 Agustus 2026

Iptu Nur Mofit menilai kegiatan peringatan kemerdekaan perlu mendapat dukungan bersama. Selain menjadi hiburan, acara seperti ini dinilai efektif mempererat silaturahmi warga.

“Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Karena itu kami mengimbau seluruh warga yang hadir agar tetap menjaga ketertiban dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib,” katanya.

Ia menambahkan pembagian gunungan merupakan bagian budaya yang perlu dijaga. Menurutnya, tradisi tersebut mencerminkan kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat desa.

“Tradisi seperti ini merupakan bagian dari budaya masyarakat yang perlu dijaga. Kami tentu mendukung kegiatan positif yang dapat mempererat persatuan dan kebersamaan warga,” ucapnya.

Pendekatan humanis dikedepankan dalam pengamanan. Selain memantau situasi, personel juga membantu mengatur arus warga agar tidak terjadi penumpukan saat pembagian gunungan.

Grebeg Wiwitan di Nogosari rutin digelar setiap Agustus. Warga memaknainya sebagai wujud syukur sekaligus momentum memperkuat kebersamaan di tingkat desa.

“Harapan kami, kegiatan masyarakat seperti ini dapat terus berjalan dengan aman dan kondusif. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan,” tutup Iptu Nur Mofit.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....