ITB Siapkan Banyuwangi Jadi Living Laboratory Riset

  • 24 Agt 2026 08:56 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Institut Teknologi Bandung (ITB) menyiapkan Banyuwangi sebagai living laboratory atau laboratorium lapangan untuk pendidikan, riset, dan inovasi. Kolaborasi tersebut akan menghubungkan potensi geologi, budaya, pertanian, hingga pariwisata dengan penelitian yang menghasilkan solusi bagi masyarakat.

Rencana penguatan kerja sama dibahas dalam pertemuan Dekan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin (SPITM) ITB Prof. Ir. Wahyu Srigutomo bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Jumat sore, 21 Agustus 2026.

Prof. Wahyu mengatakan sinergi ITB dan Banyuwangi sebenarnya telah terjalin cukup lama, salah satunya melalui pendampingan pengembangan Geopark Ijen. Kini, kerja sama tersebut diperluas ke bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat di berbagai sektor strategis.

“Sinergi antara ITB dan Pemkab Banyuwangi sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Salah satunya dukungan ITB dalam pengembangan Geopark Ijen. Kehadiran kami ini untuk memperluas sinergi agar semakin kuat,” kata Prof. Wahyu, Jumat sore, 21 Agustus 2026.

Menurutnya, Banyuwangi memiliki bentang geologi dan kekayaan budaya yang sangat beragam sehingga layak menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa maupun dosen. Hasil penelitian yang dilakukan di lapangan diharapkan tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

“Dengan aset geologi dan budaya yang sangat kompleks, Banyuwangi bisa menjadi living laboratory pendidikan dan riset bagi para mahasiswa maupun dosen kami. Sebaliknya, riset yang dilakukan harapannya dapat membantu memberikan solusi atas permasalahan di daerah,” ujar Wahyu.

ITB juga melihat peluang kolaborasi pada sektor pertanian, pariwisata, lingkungan, hingga pengembangan teknologi berbasis potensi lokal. Perguruan tinggi akan berkontribusi melalui inovasi dan kapasitas peneliti, sementara pemerintah daerah menjadi mitra dalam implementasi hasil riset.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik perluasan kerja sama tersebut. Menurutnya, kampus memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan kampus-kampus, termasuk ITB. Banyak potensi yang bisa kita gali dan kembangkan bersama. Kami berharap, kerja sama ini dapat menghasilkan program konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Ipuk.

Ke depan, ITB dan Pemkab Banyuwangi akan menyusun program kolaboratif yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat agar hasil inovasi dapat diterapkan langsung untuk mendukung pembangunan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....