Banyuwangi Hijau Jadi Model Pengelolaan Sampah Berbasis Sirkular
- 21 Agt 2026 14:51 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Pemerintah terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan ekonomi sirkular melalui Program Banyuwangi Hijau. Program tersebut mengintegrasikan penanganan sampah mulai dari rumah tangga, pengangkutan, hingga pengolahan untuk mengurangi residu dan meningkatkan pemanfaatan material.
Komitmen itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat mengunjungi TPS 3R Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Kamis, 20 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menyaksikan serah terima aset pendukung pengelolaan sampah untuk memperkuat operasional Banyuwangi Hijau.
Zulhas mengatakan Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang dinilai berhasil membangun sistem pengelolaan sampah secara terintegrasi. Keberhasilan tersebut membuat Banyuwangi mendapat dukungan dari berbagai mitra internasional.
“Banyuwangi ini termasuk yang pengolahan sampahnya terbaik. Maka dari itu, banyak penyerahan bantuan dari berbagai pihak, termasuk Austria, Norwegia, dan United Arab Emirates (UAE), karena dianggap pengelolaan sampahnya termasuk yang bagus,” kata Zulhas.
Program Banyuwangi Hijau telah berjalan sejak 2018 melalui Project STOP yang diawali di Kecamatan Muncar. Pada fase pertama dan kedua, dukungan dari Austria dan Norwegia difokuskan pada pembangunan infrastruktur, termasuk TPS 3R Balak yang memiliki kapasitas pengolahan hingga 80 ton sampah per hari.
Memasuki fase ketiga pada 2024, pendanaan dari United Arab Emirates (UAE) diarahkan untuk memperkuat sistem dari hulu hingga hilir. Program tersebut meliputi edukasi masyarakat, pemilahan sampah di sumber, penyediaan sarana, pengangkutan sampah terpilah, hingga peningkatan pemanfaatan hasil olahan.
Penguatan layanan ditandai dengan penyerahan 44 unit kendaraan operasional. Armada tersebut terdiri atas 21 kendaraan roda tiga, 16 mobil pikap, 2 truk armroll, dan 5 kontainer armroll yang akan digunakan untuk mendukung pengumpulan dan pengangkutan sampah dari permukiman menuju fasilitas pengolahan.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan cakupan layanan persampahan mencapai 100 persen paling lambat pada 2028, bahkan diupayakan lebih cepat. Target tersebut akan dicapai melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, serta mitra Program Banyuwangi Hijau, termasuk Systemiq Lestari Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....