Banyuwangi Targetkan Seluruh Wilayah Terlayani Sampah 2027
- 21 Agt 2026 11:50 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan seluruh wilayahnya mendapat layanan pengelolaan sampah pada 2027. Target tersebut didukung penambahan armada pengangkutan sampah melalui bantuan dari NGO Uni Emirat Arab (UEA).
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan tambahan armada dibutuhkan untuk memperkuat pengangkutan sampah di lapangan. Penambahan kendaraan diharapkan membuat layanan kebersihan dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
“Tambahan armada ini makin memperkuat operasional pengangkutan sampah di lapangan, sehingga layanan kebersihan masyarakat bisa berjalan makin cepat, merata, serta terintegrasi. Terima kasih Pak Menko dan UEA,” kata Mujiono, Jum'at 21 Agustus 2026.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Bayu Hadiyanto mengatakan armada tersebut merupakan bantuan tahap pertama untuk mendukung program Banyuwangi Hijau. Karena sejumlah infrastruktur pengolahan belum selesai, sebagian armada untuk sementara dialihkan memperkuat layanan di Songgon.
“Hari ini serah terima termin satu. Karena infrastrukturnya belum selesai tetapi kendaraannya datang duluan, layanan yang seharusnya masuk ke Kertosari dan Karetan kita alihkan sementara ke Songgon,” kata Bayu.
Saat ini fasilitas pengolahan sampah di Songgon melayani hingga 75 desa dengan volume pengolahan mencapai sekitar 100 ton per hari. Komposisi sampah yang masuk didominasi sampah organik, sekitar 70 persen, sedangkan 30 persen lainnya merupakan sampah anorganik.
Sebagian sampah yang telah diolah juga menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF) yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif industri. PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) menjadi salah satu pihak yang menyerap RDF tersebut untuk digunakan di pabrik semen.
Business Development Specialist PT SBI, Wahyu mengatakan kerja sama pemanfaatan RDF dengan Pemkab Banyuwangi telah berjalan sejak November 2025. Rata-rata pengiriman mencapai sekitar 20 ton dalam sekali kirim.
“Kami di SBI sebagai offtaker RDF. Jadi, kami memanfaatkan RDF yang dibuat sama Pemkab Banyuwangi sebagai alternatif bahan bakar di pabrik semen,” ujar Wahyu.
Bayu menyebut timbulan sampah di seluruh Kabupaten Banyuwangi mencapai sekitar 900 ton per hari dengan jumlah penduduk sekitar 1,8 juta jiwa. Pemerintah daerah membagi wilayah pengelolaan dalam sejumlah zona regional agar seluruh wilayah dapat terlayani pada 2027.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....