Mahasiswa KKN Sosialisasi Pelecehan Seksual dan Bullying

  • 21 Agt 2026 13:40 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember (Unej) berkolaborasi dengan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember melakukan sosialisasi tentang Pelecehan Seksual dan Bullying di SDN Sopet, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo.

Koordinator Mahasiswa KKN, Muhammad Nabil Hakim mengatakan, isu pelecehan seksual dan perundungan (bullying) masih jadi persoalan yang sering luput dari perhatian, padahal dampaknya bisa dirasakan siapa saja, dari anak-anak sampai orang dewasa.

"Berangkat dari keresahan itu, kami mahasiswa KKN menginisiasi dua kali kegiatan sosialisasi dengan sasaran yang berbeda, yakni warga masyarakat setempat dan siswa-siswi SDN 4 Sopet, Kecamatan Jangkar, Situbondo," ujar Muhammad Nabil Hakim kepada RRI, Jumat, 21 Agustus 2026.

Kegiatan pertama berlangsung pada 27 Juli 2026 yang diikuti oleh puluhan warga setempat. Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dan warga lebih terbuka menyampaikan apa yang ingin diketahui.

"Topik pelecehan seksual ini masih dianggap tabu oleh kalangan mayoritas, jadi membuat diskusi kecil, santai, sehingga warga bebas bertanya," bebernya.

Sosialisasi tersebut menjelaskan bentuk pelecehan seksual yang sering tidak disadari, mulai dari pelecehan verbal, non-verbal, hingga fisik. Selain itu, warga juga diberi pemahaman langkah-langkah yang bisa diambil jika mengalami atau menyaksikan kejadian pelecehan, termasuk ke mana harus melapor dan bagaimana mendampingi korban dengan tepat.

Sosialisasi berikutnya menyasar siswa SDN Sopet, Kecamatan Jangkar, Situbondo, pada 28 Juli 2026. Penyampaian materi dikemas lebih ringan dan interaktif, disesuaikan dengan usia anak-anak sekolah dasar.

Ada dua topik besar yang diangkat dalam kegiatan ini, yaitu pelecehan seksual dan anti bullying. Anak-anak diperkenalkan pada konsep sentuhan yang boleh dan tidak boleh dilakukan orang lain terhadap tubuh mereka.

"Kami juga menjelaskan pentingnya berani bercerita kepada orang tua atau guru jika mengalami hal yang tidak nyaman di sekolah atau di lingkungan lainnya," imbuh Nabil.

Sementara untuk materi anti bullying, siswa diajak memahami bahwa mengejek, mengucilkan, atau menyakiti teman baik secara fisik maupun verbal termasuk tindakan bullying yang harus dihindari.

"Semoga sosialisasi ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya pelecehan seksual dan bullying, sekaligus membekali masyarakat dari berbagai usia dengan pengetahuan untuk mencegah dan menyikapinya dengan tepat," ungkap Nabil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....