DKPP Lumajang Tingkatkan Kesadaran Layanan Sanitasi

  • 21 Agt 2026 07:08 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang resmi menyediakan layanan penyedotan lumpur tinja bagi rumah tangga dan fasilitas umum melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah Domestik (UPT PALD).

Layanan ini hadir sebagai solusi sanitasi yang terukur dan ramah lingkungan. Seluruh limbah hasil sedot langsung dialirkan ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Desa Lempeni, sehingga dipastikan tidak mencemari lingkungan.

Sekretaris DPKP Lumajang, Iin Suharyati, ST, mengatakan saat ini pihaknya mengoperasikan 3 unit truk sedot tinja dan 1 unit truk toilet portable yang dikhususkan untuk pelayanan tersebut.

“Armada dan tenaga sudah kami siapkan khusus untuk melayani sedot lumpur tinja. Ada tiga truk sedot dan satu truk toilet portable, jadi bisa bergantian sesuai kebutuhan,” ujar Iin Jumat 21 Agustus 2026

Untuk mempermudah akses warga, DPKP meluncurkan aplikasi layanan bernama "Gedang Mesem". Melalui aplikasi itu, masyarakat bisa mengajukan permintaan sedot tinja tanpa harus datang ke kantor.

“Kami punya aplikasi yang namanya Gedang Mesem. Aplikasi itu bisa diakses oleh masyarakat,” jelas Iin.

Bagi warga yang belum terbiasa dengan layanan digital, DPKP juga membuka layanan melalui nomor kontak khusus, datang langsung ke kantor DPKP, atau melalui gerai Mal Pelayanan Publik (MPP) Lumajang.

Selain melayani IPAL komunal di Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), layanan ini juga terbuka untuk pemohon perorangan.

DPKP menegaskan besaran retribusi mengacu pada Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2025 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Tarif dihitung per meter kubik dan dibagi dalam tiga kelompok:

Iin menambahkan, biaya akhir juga dipengaruhi jarak lokasi dan harga BBM. Namun menurutnya, tarif resmi ini tetap lebih terjangkau dan terukur dibanding jasa swasta.

Agar transparan, setiap truk telah dilengkapi alat pengukur volume. Pelanggan dapat langsung melihat berapa kubik limbah yang disedot.

“Di mesinnya ada pembaca berapa kubik. Jadi penerima layanan bisa langsung cek, oh ini sekian kubik. Tinggal dikalikan sendiri, jadi tahu harus bayar berapa,” katanya.

Dengan sistem yang lebih mudah dan akuntabel, jumlah pengguna layanan UPT PALD terus naik. DPKP menyebut target layanan tahunan telah terpenuhi.

“Alhamdulillah, dari target layanan yang harus diselesaikan Dinas PKP setiap tahun, itu bisa kami penuhi. Berarti warga yang memanfaatkan fasilitas ini sudah cukup banyak,” pungkas Iin.

DPKP Lumajang berharap layanan resmi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga sanitasi dan mengelola limbah rumah tangga secara benar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....