Mahasiswa Polije Kembangkan Bakteri Uret Kendalikan Penyakit Tanaman

  • 18 Agt 2026 12:35 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember — Berawal dari keresahan terhadap menurunnya produktivitas tanaman pangan dan hortikultura akibat serangan penyakit, sekelompok mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) mengembangkan inovasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Melalui skema PKM-Riset Eksakta, tim mahasiswa Polije mengangkat penelitian berjudul “Free Residual Gut-Selulolitik Bacteria asal Larva Lepidiota stigma sebagai Biological Agents Xanthomonas oryzae dan Xanthomonas campestris, serta Bioremediasi Pestisida Tercemar.” Penelitian ini dibimbing oleh Gallyndra Fatkhu Dinata, S.P., M.P.

Ketua kelompok, Anas Kamal Satria, mengatakan ide penelitian tersebut berangkat dari ketertarikan terhadap potensi bakteri yang berasal dari larva Lepidiota stigma atau yang dikenal sebagai uret. Mikroorganisme tersebut dinilai memiliki peluang untuk dimanfaatkan dalam mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

“Topik ini berangkat dari ketertarikan kami terhadap potensi bakteri yang berasal dari uret serta peluang pemanfaatannya dalam mendukung pertanian berkelanjutan,” ujar Anas Selasa (18/8/2026).

Riset tersebut juga dilatarbelakangi persoalan penyakit tanaman yang disebabkan bakteri dari genus Xanthomonas. Pada tanaman padi, Xanthomonas oryzae dapat menyebabkan penyakit hawar daun yang menghambat pertumbuhan dan menurunkan produktivitas tanaman. Serangan tersebut dapat berdampak pada jumlah malai, kondisi daun, hingga proses pengisian bulir.

Sementara pada tanaman kubis, Xanthomonas campestris pv. campestris menjadi penyebab penyakit busuk hitam. Penyakit ini dapat masuk melalui stomata maupun luka pada daun dan ditandai dengan munculnya klorosis yang berkembang dari bagian tepi menuju tengah daun. Jika serangan berlanjut, jaringan tanaman dapat mengalami kerusakan hingga pembusukan dan berujung pada penurunan hasil produksi.

Di sisi lain, uret selama ini dikenal sebagai salah satu hama yang menyerang tanaman perkebunan, terutama pada fase muda. Larva tersebut dapat merusak bagian epidermis dan kambium akar tanaman.

Namun, di balik perannya sebagai hama, larva Lepidiota stigma menyimpan potensi mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan. Bakteri yang diisolasi dari larva tersebut berpeluang menghasilkan enzim dan metabolit tertentu yang dapat dikembangkan sebagai agens biokontrol, sekaligus mendukung proses bioremediasi residu pestisida di lingkungan pertanian.

Melalui penelitian ini, mahasiswa Polije tidak hanya berupaya mencari alternatif pengendalian penyakit tanaman, tetapi juga menawarkan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

“Melalui riset ini, kami berharap dapat menghadirkan solusi ramah lingkungan dalam mengendalikan penyakit pada tanaman pangan dan hortikultura, sekaligus menurunkan residu pestisida di lingkungan,” kata Anas.

Tim yang terdiri dari Anas Kamal Satria, Risma Azizatur Rofiqoh, Rizqiyatul Mauluda H, Hanni Syafia Rahmawati, dan Naufal Abid Rizqon tersebut berharap penelitian dapat berkembang menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian.

Bagi mereka, PKM bukan sekadar ruang untuk melakukan penelitian. Program yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) tersebut juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas, mengembangkan gagasan, serta mengubah persoalan di masyarakat menjadi peluang inovasi.

Dari laboratorium, mereka berharap lahir solusi yang dapat dibawa lebih jauh—menuju lahan pertanian dan masyarakat. Dengan pemanfaatan potensi mikroorganisme lokal, riset ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengendalian penyakit tanaman sekaligus mengurangi dampak residu pestisida, sehingga mendukung terwujudnya pertanian yang lebih berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....