176 Peserta Jelajahi Meru Betiri, Eksplorasi Biodiversitas & Konservasi Penyu

  • 18 Agt 2026 09:48 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember– Semangat generasi muda dalam mengenal dan menjaga kelestarian alam ditunjukkan melalui Exploration Camp Competition (ECC) dan Journalist Trip Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) 2026. Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 1 hingga 5 Agustus 2026 tersebut mengajak peserta menjelajahi kawasan hutan dan pesisir Meru Betiri sekaligus mendapatkan edukasi mengenai keanekaragaman hayati dan konservasi. Keseruan kegiatan tersebut dibagikan dalam program Jaga Malam Pro 2 RRI Jember, Senin 17 Agustus 2026. Hadir sebagai narasumber panitia Journalist Trip Hendra Prasetyawan, S.IP., serta panitia ECC Alvito Faaiq Hibatulloh.

Alvito menjelaskan, kegiatan ECC dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus ruang bagi generasi muda untuk mengenal biodiversitas yang ada di kawasan TNMB. Peserta tidak hanya diajak melakukan penjelajahan, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pengamatan dan dokumentasi lingkungan.

"Tujuan utama kegiatan ini adalah menjadi sarana edukatif bagi generasi muda untuk mengeksplorasi biodiversitas Taman Nasional Meru Betiri sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap upaya konservasi," ujar Alvito dalam dialog Jaga Malam Pro 2 RRI Jember, Senin (17/8/2026).

Sebanyak 176 peserta yang terbagi dalam 42 kelompok mengikuti kegiatan tersebut. Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Mataram, Kalimantan Selatan hingga Sumatera Utara. Kegiatan tersebut juga diikuti mahasiswa asing dari sejumlah negara, di antaranya Thailand, Pakistan, Bangladesh dan Sudan. Perjalanan peserta berlangsung dengan titik awal di Kantor Balai TNMB sebelum menyusuri sejumlah kawasan, mulai dari Pantai Bande Alit, Pantai Meru dan Pantai Permisan hingga berakhir di Pantai Sukamade. Medan yang dilalui cukup beragam, mulai dari jalur hutan, tanjakan, sungai hingga kawasan pesisir.

Dalam ECC 2026, peserta mengikuti sejumlah kategori kegiatan. Di antaranya eksplorasi keanekaragaman hayati dengan menginventarisasi dan mendokumentasikan flora maupun fauna, kompetisi fotografi dengan kategori Best Flora, Best Fauna dan Best Panorama, serta lomba kreator konten berbasis media sosial. Suasana kompetisi juga semakin meriah melalui kategori Best Camp dan kelompok paling kreatif. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan fisik dalam menjelajah alam, tetapi juga kreativitas peserta dalam mengemas pengalaman mereka menjadi karya.

Sementara itu, Journalist Trip digelar untuk memperkenalkan potensi ekowisata minat khusus sekaligus memberikan kesempatan kepada insan media untuk melihat langsung kegiatan konservasi TNMB. Kegiatan ini melibatkan jurnalis media massa, fotografer wildlife, influencer, hingga perwakilan National Geographic Indonesia. Hendra Prasetyawan mengatakan, peserta Journalist Trip mendapatkan kesempatan melihat sejumlah program konservasi yang dilakukan bersama masyarakat. Salah satunya konservasi tanaman endemik khas Jember, Dhaasia pugrensis, yang berada dalam kondisi terancam punah.

Selain itu, rombongan juga mengunjungi lokasi pembibitan pandan laut dan melakukan pengamatan burung di habitat terbuka. Menurut Hendra, keterlibatan media memiliki peran penting dalam memperluas informasi mengenai upaya pelestarian alam kepada masyarakat.

"Jurnalistik dan media sangat krusial untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai hubungan manusia dan alam. Kami sangat mengapresiasi dukungan publikasi dari berbagai media, termasuk RRI Jember," terang Hendra dalam dialog Jaga Malam Pro 2 RRI Jember, Senin (17/8/2026).

Petualangan kemudian berlanjut menuju Pantai Sukamade, Banyuwangi. Di kawasan tersebut, peserta dan jurnalis mendapatkan pengalaman edukatif mengenai konservasi penyu. Mereka berkesempatan mengamati proses penyu bertelur pada malam hari serta menyaksikan pelepasan tukik ke laut pada pagi harinya. Perjalanan menuju Sukamade menjadi salah satu tantangan tersendiri karena peserta harus melewati medan yang cukup berat, termasuk tanjakan, sungai dan pesisir. Kondisi tanpa jaringan seluler di sejumlah titik juga membuat peserta harus mengandalkan kerja sama dan kesiapan selama perjalanan. Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan sekitar 244 orang yang terdiri dari panitia dan peserta. Untuk mendukung proses kepulangan rombongan dari Banyuwangi menuju Jember, digunakan armada truk TNI.

Melalui ECC dan Journalist Trip 2026, Balai TNMB tidak hanya menghadirkan kegiatan petualangan, tetapi juga membuka ruang pembelajaran mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Keterlibatan generasi muda, komunitas, media dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kepedulian terhadap keberlanjutan kawasan konservasi Taman Nasional Meru Betiri. Informasi mengenai kegiatan dan agenda konservasi TNMB selanjutnya dapat dipantau melalui akun Instagram resmi Balai Taman Nasional Meru Betiri, @btn_merubetiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....