Jember Cinta Kesehatan Sasar 10 Ribu Penerima, Terbuka untuk Warga Luar Daerah

  • 18 Agt 2026 08:20 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember memperluas cakupan layanan kesehatan gratis melalui program Jember Cinta Kesehatan (JCK) tahap dua. Program tersebut menargetkan hingga 10 ribu penerima manfaat dan kini juga terbuka bagi masyarakat dari luar Kabupaten Jember.

Program diluncurkan Bupati Jember, Muhammad Fawait di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Senin (17/8/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Kesehatan Jember, dr. Ulfa Elfiah, mengatakan pendataan penerima manfaat saat ini telah mencapai sekitar 4 ribu orang dari target 10 ribu penerima.

Layanan JCK tidak hanya menyasar pelajar, tetapi masyarakat dari berbagai kelompok usia. Sejumlah layanan kesehatan diberikan secara gratis, mulai dari pengobatan, operasi katarak, penanganan kelainan bawaan, hingga bantuan alat kesehatan.

Bantuan tersebut di antaranya berupa alat bantu dengar, kacamata korektif, serta pembuatan prostesis atau kaki dan tangan palsu.

"Saat ini pendataan sudah mencakup sekitar 4 ribu sasaran dari target 10 ribu penerima manfaat. Cakupan layanannya tidak hanya ditujukan bagi kalangan pelajar, melainkan seluruh lapisan warga dari segala rentang usia," ujarnya.

Menurut Ulfa, pelayanan langsung kepada masyarakat diharapkan dapat membantu mengurangi antrean penanganan medis di rumah sakit sekaligus memudahkan warga dengan keterbatasan mobilitas maupun akses geografis.

"Harapan kita bersama, persoalan kesehatan di Jember dapat tertangani secara tuntas. Dengan menghadirkan pelayanan kesehatan langsung di tengah-tengah warga, masyarakat tidak perlu khawatir akan akses penanganan medis yang inklusif," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Fawait mengatakan JCK tahap dua merupakan bagian dari upaya Pemkab Jember memperluas akses kesehatan setelah sebelumnya menjalankan UHC Prioritas dan merintis program dokter keluarga bagi masyarakat kurang mampu.

Hal yang berbeda pada pelaksanaan tahun ini adalah cakupan penerima manfaat yang tidak terbatas pada warga Jember.

Masyarakat dari kabupaten/kota lain di Jawa Timur maupun daerah lain di Indonesia dapat mendaftarkan diri untuk mendapatkan layanan tertentu sesuai ketentuan program.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui kanal Wadul Gus’e maupun melalui puskesmas terdekat.

"Kabar baiknya, program ini tidak terbatas hanya untuk warga Jember. Masyarakat dari luar daerah, warga Jawa Timur, bahkan seluruh warga Indonesia yang membutuhkan penanganan medis seperti operasi katarak atau pembagian prosthesis kaki palsu diperkenankan mendaftar," ujarnya.

Fawait berharap keterbukaan akses tersebut dapat membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, khususnya untuk penanganan seperti operasi katarak maupun bantuan prostesis.

Pelaksanaan JCK juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemkab Jember, sektor swasta melalui program CSR, hingga organisasi nonpemerintah.

Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mempercepat penanganan persoalan kesehatan masyarakat.

Pemilihan Pondok Pesantren Nuris sebagai lokasi peluncuran juga disebut menjadi simbol sinergi pemerintah dengan kalangan pesantren.

Menurut Fawait, pesantren memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa dan kini dapat terus berkontribusi melalui pendidikan, pembentukan karakter, serta pelayanan sosial kepada masyarakat.

"Kami sengaja mengawali kegiatan ini dari Pondok Pesantren Nuris. Kita tidak boleh melupakan sejarah bahwa kiai dan santri memiliki sumbangsih besar bagi republik ini. Hari ini sinergi itu kita wujudkan kembali dalam aksi nyata pelayanan kesehatan bagi masyarakat," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....