Menembus Gelap Malam, Pelari BWX Ultra Taklukkan Tanjakan Ijen di HUT RI

  • 17 Agt 2026 20:52 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Gelap malam dan tanjakan panjang menjadi bagian dari perjuangan pelari BWX Ultra 2026 dalam menempuh rute The Ultimate Climb Sea to Summit, Minggu 16 Agustus 2026. Peserta kategori 45 dan 81 kilometer harus menjaga stamina ketika perjalanan dari kawasan Boom Marina Banyuwangi mulai memasuki jalur pegunungan menuju Gunung Ijen.

Perjalanan para pelari berlangsung hingga malam hari. Setelah melewati water station di kawasan Pos Ramil Licin, karakter lintasan berubah menjadi lebih berat karena jalur mulai menanjak dan terus mengarah ke kawasan Gunung Ijen.

Di tengah kondisi tersebut, para pelari harus mengatur ritme dan tenaga agar mampu menyelesaikan jarak yang telah ditentukan. Minimnya cahaya malam juga membuat konsentrasi menjadi bagian penting dalam perjalanan, terutama ketika menghadapi jalur menanjak.

Salah satu peserta kategori 81 kilometer, Ahmad Ismail, turut merasakan perjalanan tersebut. Bagi Ismail, keikutsertaannya bukan semata-mata untuk mengejar tantangan olahraga. Ia ingin menjadikan perjalanan tersebut sebagai bagian dari cara memperingati kemerdekaan sekaligus menghargai nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu.

“ Ini bukan tantangan, melainkan menghargai nilai-nilai Kemerdekaan RI,” ujar Ismail. Minggu 16 Agustus 2026.

Perjalanan menuju Ijen menjadi bagian yang harus dilalui seluruh peserta kategori jarak jauh. Setelah memasuki kawasan Licin, tanjakan semakin terasa sehingga pelari harus menyesuaikan kembali kecepatan dan menghemat tenaga untuk menyelesaikan sisa lintasan.

Ketua Panitia BWX Ultra 2026 Rahmat Chayadi mengatakan, konsep Sea to Summit memang dirancang dengan karakter lintasan yang menghubungkan kawasan pesisir Banyuwangi dengan kawasan Gunung Ijen. Tahun ini BWX Ultra menyediakan tiga kategori, yakni 8 kilometer, 45 kilometer, dan 81 kilometer.

“BWX Ultra ini event tahunan untuk menyemarakkan HUT RI. Pesertanya kami batasi 81 orang sesuai dengan peringatan HUT RI ke-81,” ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, rute menuju Ijen menjadi salah satu bagian yang memberikan pengalaman berbeda bagi peserta. Khusus kategori 45 dan 81 kilometer, jalur menanjak mulai terasa setelah water station di kawasan Pos Ramil Licin dan berlanjut menuju kawasan pegunungan.

Perjalanan para pelari tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana olahraga dapat menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan. Bagi peserta, jarak puluhan kilometer, gelapnya malam, dan tanjakan menuju Ijen menjadi rangkaian perjalanan yang harus diselesaikan hingga garis akhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....