Upacara HUT RI di Banyuwangi Semarak dengan Seni Budaya
- 17 Agt 2026 20:04 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Blambangan, Banyuwangi, Senin, 17 Agustus 2026, berlangsung semarak dengan penampilan seni dan budaya. Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan menampilkan beragam kesenian Nusantara setelah rangkaian upacara pengibaran bendera Merah Putih.
Para pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA se-Banyuwangi membawakan sejumlah pertunjukan yang menggambarkan keberagaman budaya Indonesia. Penampilan tersebut antara lain mengangkat budaya Dayak, Betawi, Minang, serta kesenian khas Banyuwangi.
Rangkaian kegiatan diawali upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dimulai pukul 07.45 WIB. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertindak sebagai inspektur upacara, dengan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, pelajar, serta masyarakat.
Prosesi pengibaran bendera dilakukan 75 pelajar SMA dari berbagai wilayah Banyuwangi yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Dalam prosesi tersebut, Paskibra juga membentuk formasi angka 81 sebagai simbol peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Rangkaian upacara dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Sementara teks Proklamasi Kemerdekaan RI dibacakan Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara.
Suasana upacara juga mendapat perhatian masyarakat yang datang langsung ke Taman Blambangan. Sejumlah warga bahkan menyempatkan diri hadir setelah beraktivitas di pagi hari, sementara wisatawan dari luar daerah ikut menyaksikan upacara sambil menunggu keberangkatan kereta menuju Surabaya.
“Sengaja datang ke Taman Blambangan untuk menyaksikan upacara secara langsung. Tadi setelah masak, langsung ke sini,” kata Risma, warga Penataban, Senin 17 Agustus 2026.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan bangsa, tetapi juga harus menjadi dorongan untuk melanjutkan pembangunan daerah. Sejumlah persoalan seperti kemiskinan, anak tidak sekolah, stunting, dan pertumbuhan ekonomi masih menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan.
“Banyak PR yang harus dituntaskan, kemiskinan, anak tidak sekolah, stunting. Bagaimana juga menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Intinya, 10 program prioritas nasional seperti yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato penyampaian tentang APBN harus kita laksanakan,” kata Ipuk.
Dalam upacara tersebut, I Gusti Ayu Mahisita dari SMAN 1 Srono bertugas sebagai pembawa baki bendera. Dyandra Ramadhan Taufani dari SMAN 1 Genteng bertugas sebagai pengerek bendera, Muhammad Rezky Perdana dari SMA 2 Taruna Bhayangkara sebagai pembentang, dan Davian Ardhana Putra dari SMA 2 Taruna Bhayangkara sebagai pengulur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....