Tasyakuran HUT RI, Banyuwangi Kenang Jasa Pejuang dan Veteran
- 17 Agt 2026 07:59 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar tasyakuran memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama berbagai elemen masyarakat, Minggu, 16 Agustus 2026 sore. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat komitmen bersama melanjutkan pembangunan daerah.
Tasyakuran berlangsung dengan dihadiri para veteran pejuang kemerdekaan beserta keluarga, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, organisasi perangkat daerah, organisasi keagamaan dan sosial, serta perwakilan perbankan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak terlepas dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan tersebut melalui berbagai upaya membangun daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para pejuang dan veteran yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raga untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” ujar Ipuk, Minggu 16 Agustus 2026.
Menurut Ipuk, tantangan dalam mengisi kemerdekaan saat ini berbeda dengan masa perjuangan para pendahulu. Ketidakpastian geopolitik, konflik di berbagai kawasan, perubahan kebijakan perdagangan, hingga gejolak harga energi dan pangan menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
“Karena itu, Banyuwangi harus semakin adaptif, inovatif, dan kuat dalam membangun sumber daya manusia,” kata Ipuk.
Ia menyebut, pembangunan daerah di tengah situasi global tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, hingga kelompok sosial dinilai memiliki peran dalam menjaga sekaligus meningkatkan kemajuan Banyuwangi.
Menurutnya, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan Banyuwangi terus mengalami perkembangan. Pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,65 persen, lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur sebesar 5,33 persen dan nasional 5,11 persen.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi meningkat menjadi 75,17. Angka kemiskinan turun menjadi 6,13 persen, tingkat pengangguran terbuka menjadi 3,94 persen, sedangkan Indeks Gini membaik menjadi 0,290.
“Ini semua berkat berbagai ikhtiar dalam mengisi kemerdekaan dan kolaborasi berbagai pihak. Angka-angka ini tentu patut kita syukuri, tetapi capaian ini harus menjadi motivasi untuk menjadikan Banyuwangi lebih baik lagi,” ungkap Ipuk.
Rangkaian tasyakuran diawali dengan sholawatan, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Banyuwangi Muhaimin Asmuni. Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Dr. H. Rizal Mumazziq Z dan ditutup dengan makan nasi tumpeng bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....