Petugas Gabungan di Lumajang Melakukan Monitoring Pasca Karhutla
- 14 Agt 2026 19:48 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Lumajang- Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Resort Ranupani, wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dinyatakan padam pada Kamis 13 Agustus 2026.
Kepastian itu disampaikan Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso usai memimpin monitoring sejak pukul 09.00 WIB. Pemantauan dilakukan langsung dari Desa Ranupani.
"Untuk wilayah Kabupaten Lumajang, berdasarkan hasil monitoring sudah tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan atau sudah padam," ujar Wahono Jumat 14 Agustus 2026.
Meski titik api di Lumajang sudah tidak terlihat, kebakaran masih berlangsung di wilayah lain TNBTS, yakni Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan.
Untuk mempercepat pemadaman, tiga helikopter dikerahkan melakukan water bombing. Dua unit merupakan bantuan BNPB Pusat dan satu unit dari BPBD Provinsi Jawa Timur.
Helikopter pertama jenis Super Puma dengan kode PK-DAN milik BNPB memiliki kapasitas angkut air 4.000 liter. Dalam operasi itu, helikopter tersebut menjatuhkan air sebanyak sembilan kali.
Dua helikopter lainnya berjenis HS 350 dengan kapasitas 1.000 liter. Masing-masing menjatuhkan air sebanyak 13 kali. Satu unit milik BNPB Pusat dan satu unit milik BPBD Jatim.
Proses pengambilan air dilakukan di dua danau, Ranu Pani dan Ranu Regulo. Operasi pemadaman dari udara selesai sekitar pukul 13.00 WIB. Ketiga helikopter kemudian kembali ke pangkalan di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Wahono mengatakan petugas gabungan masih bersiaga di lapangan. Patroli dan pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
"Meski pemadaman telah dilakukan, kami tetap monitoring agar tidak terjadi penyebaran api kembali ke wilayah Lumajang," katanya.
Operasi water bombing dijadwalkan kembali pada Jumat 14 Agustus 2026 pagi dengan melibatkan tiga helikopter yang sama.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran belum diketahui. Polsek Senduro bersama TNI, BPBD, dan petugas TNBTS masih melakukan penyelidikan di lapangan sekaligus menjaga kawasan agar api tidak meluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....