Karnaval Kebangsaan Banyuwangi Tampilkan Keragaman Budaya Nusantara
- 13 Agt 2026 15:52 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Ribuan pelajar Banyuwangi memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui Karnaval Kebangsaan, Kamis, 13 Agustus 2026. Lebih dari 1.000 pelajar menampilkan beragam budaya Nusantara melalui kostum, seni pertunjukan, hingga fragmen tradisi di sepanjang rute karnaval.
Karnaval yang berlangsung sejak Kamis pagi tersebut diikuti pelajar SMP/MTs dan SMA/MA/SMK negeri maupun swasta se-Banyuwangi. Ribuan warga memadati rute sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menuju Taman Blambangan.
Para peserta menampilkan budaya dari berbagai daerah, mulai Bali, Sulawesi, Sumatera Barat, Kalimantan, Madura, Aceh, Papua, hingga budaya khas Banyuwangi. Penampilan tersebut dikemas melalui kostum adat, atraksi, musik, dan fragmen yang menggambarkan keberagaman Indonesia.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan karnaval menjadi salah satu cara menanamkan nasionalisme kepada generasi muda melalui seni dan budaya. Menurutnya, semangat kebangsaan tidak hanya dibangun melalui upacara, tetapi juga melalui kreativitas dan kebersamaan.
“Karnaval ini tidak sekadar menampilkan kostum, musik, dan kreativitas. Lewat karnaval ini kita ingin menunjukkan bahwa nasionalisme juga bisa tumbuh lewat seni, budaya, kreativitas dan kebersamaan,” ujar Bupati Ipuk, Kamis 13 Agustus 2026.
Menurut Ipuk, peringatan kemerdekaan juga menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berkarya dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong kolaborasi agar pembangunan Banyuwangi berjalan bersama-sama.
“Pemkab akan terus mengajak semua pihak untuk bahu-membahu membangun Banyuwangi dan Indonesia. Semangat kita sederhana, kita bekerja bersama agar bisa tumbuh bersama,” kata Ipuk.
Karnaval diawali barisan pembawa bendera Merah Putih dan penampilan grup drumband. Selanjutnya, peserta berjalan dalam sejumlah kontingen dengan menampilkan kostum dan pertunjukan yang menggambarkan keragaman budaya dari berbagai wilayah Indonesia.
Salah satu penampilan datang dari SMPN 4 Banyuwangi yang mengangkat tema budaya Madura. Selain mengenakan pakaian adat, peserta menampilkan tradisi Rokat Tase’ yang dikenal sebagai ritual masyarakat pesisir Madura sebagai bentuk syukur atas hasil laut sekaligus doa keselamatan bagi nelayan.
SMPN 1 Banyuwangi kemudian menampilkan budaya Sulawesi melalui kostum dan replika rumah adat Tongkonan. Sementara itu, MTsN 1 Banyuwangi mengangkat tema Kerajaan Blambangan dengan menampilkan kisah Perang Bayu serta sejumlah tradisi masyarakat Osing.
Tradisi yang ditampilkan antara lain Tumpeng Sewu, Mepe Kasur, Tari Seblang, Jaranan Buto, Pencak Sumping, pakaian pengantin, hingga replika rumah adat Osing. Beragam penampilan tersebut menjadi tontonan bagi warga yang sejak pagi memadati sepanjang jalur karnaval.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta yang mengikuti parade. April, siswi SMPN 5 Banyuwangi, mengaku senang dapat terlibat dalam perayaan kemerdekaan dengan mengenakan pakaian adat Papua.
“Senang bisa ikut dalam perayaan HUT Kemerdekaan. Apalagi kita bisa memakai baju adat seperti ini, jadi semakin bangga menjadi orang Indonesia,” ujar April.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....