BINEF Banyuwangi Dorong Generasi Muda Siap Bersaing Global

  • 13 Agt 2026 08:51 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Lebih dari 100 pelajar dan mahasiswa Banyuwangi mengikuti Blambangan International Education Festival (BINEF) 2026 di Kampus Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi). Kegiatan yang berlangsung 12–13 Agustus 2026 tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal peluang pendidikan internasional sekaligus membangun jejaring dengan diaspora Indonesia.

BINEF 2026 dibuka Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Rabu, 12 Agustus 2026. Mengusung tema “Establishing Banyuwangi Student Connectivity to Prepare Superior Human Resources for Indonesia’s Future”, kegiatan ini menghadirkan sejumlah penerima beasiswa dan mahasiswa Banyuwangi yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.

Narasumber yang dihadirkan antara lain Syaeful Mujab, penerima beasiswa LPDP untuk program magister di London School of Economics and Political Science, Inggris. Hadir pula Hardika Dwi Hermawan, penerima beasiswa LPDP yang menempuh studi Master of Science di Hong Kong University sekaligus pendiri Desamind, serta Achmad Roghib Mabrur yang sedang menempuh pendidikan doktoral di National Chung Hsing University, Taiwan.

Ipuk mengatakan perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan transisi energi telah mengubah kebutuhan dunia kerja. Karena itu, generasi muda perlu membekali diri dengan kemampuan digital sekaligus membangun jejaring internasional.

“Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan dan transisi energi telah mengubah kebutuhan tenaga kerja secara drastis. Karenanya generasi muda harus memiliki penguasaan dan kemampuan di bidang ini sebagai bekal menghadapi masa depan. Dan yang penting berjejaring untuk mendapatkan peluang yang lebih luas,” ujar Ipuk, Rabu 12 Agustus 2026.

Menurut Ipuk, berdasarkan laporan World Economic Forum Future of Jobs 2025, hingga 2030 diperkirakan terdapat 170 juta pekerjaan baru. Namun, sekitar 92 juta pekerjaan yang ada saat ini berpotensi tergantikan sehingga pendidikan perlu mempersiapkan generasi muda menghadapi jenis pekerjaan yang terus berkembang.

Salah satu narasumber, Syaeful Mujab, membagikan pengalaman memperoleh beasiswa dan menempuh pendidikan di luar negeri. Ia mendorong pelajar dan mahasiswa Banyuwangi tidak membatasi cita-cita hanya karena berasal dari daerah.

“Jangan berkecil hati meskipun kita berasal dari daerah. Siapapun dari kita bisa mempunyai mimpi besar dengan berusaha untuk mencapainya. Persiapkan diri dengan baik, insyaallah kita bisa mencapai mimpi itu,” kata Mujab.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa sebagai salah satu bekal untuk membuka akses pendidikan dan jejaring internasional. Menurutnya, kemampuan bahasa dapat dimanfaatkan untuk mengikuti pendidikan, konferensi, hingga membangun relasi dengan masyarakat global.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara BINEF 2026 Ahmad Roghib Mabrur mengatakan peserta mendapatkan fasilitas bimbingan bahasa Inggris gratis selama satu tahun. Peserta juga mendapat kesempatan mengikuti pre-test IELTS serta pendampingan untuk mempersiapkan diri memperoleh beasiswa di perguruan tinggi internasional.

“Bahasa Inggris jadi kunci untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Mereka juga mendapat bimbingan mentoring gratis selama setahun untuk mendapatkan tips dan trik memperoleh beasiswa di kampus internasional,” kata Roghib.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....