Kisah Mahasiswa PCIM Arab Saudi, Dari Ruang Kuliah Hingga Turun Bimbing Jemaah
- 13 Agt 2026 15:46 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Menjadi mahasiswa di perantauan tentu menuntut fokus tinggi pada akademik. Namun, bagi para kader Muhammadiyah yang berkuliah di Arab Saudi, peran mereka tak berhenti di dalam ruang kelas. Di balik rutinitas kuliah yang padat, mereka mengemban misi khusus: menjadi benteng pelayanan dan pembimbing bagi jemaah haji serta umrah asal Indonesia.
Kisah dedikasi ini diungkapkan oleh Abdul Basith Abdul Aziz, mahasiswa Universitas Islam Madinah yang juga bertugas di Bidang Haji dan Umrah Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi, dalam dialog Obras (Obrolan Komunitas) di Pro 1 RRI Jember.
Abdul Basith menceritakan bahwa khidmat pelayanan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir. Keberadaan dua kota suci, Makkah dan Madinah, menjadi keistimewaan unik yang hanya dimiliki oleh PCIM Arab Saudi. "Sejak tahun 2023, kami diinstruksikan secara khusus untuk memberikan khidmat terbaik kepada tamu-tamu Allah. Ini adalah tugas moral sekaligus amanah organisasi yang tidak dimiliki oleh PCIM di negara lain," ujar Abdul Basith.
Sejak saat itu, tim khusus dibentuk untuk mendampingi warga negara Indonesia khususnya warga persyarikatan yang datang beribadah ke Tanah Suci.
Menjalani peran ganda sebagai pelajar dan pelayan jemaah tentu menghadirkan dinamika tersendiri. Para kader PCIM harus sigap membantu berbagai kebutuhan jemaah, mulai dari hal teknis logistik seperti akomodasi dan transportasi, hingga pendampingan ibadah secara langsung.
Selain membantu kelancaran fisik perjalanan jemaah, peran ini juga dimanfaatkan sebagai sarana dakwah amar ma'ruf nahi munkar. Para mahasiswa turun tangan memberikan edukasi dan bimbingan ibadah yang benar sesuai tuntunan, serta meluruskan berbagai kekeliruan pemahaman yang kerap ditemui pada jemaah di lapangan.
Sekretaris Majelis Tabligh PDM Kabupaten Jember, Dr. Farid Rashidi, M.Pd., mengapresiasi tinggi peran aktif para mahasiswa ini. Menurutnya, kehadiran PCIM sangat dirasakan manfaatnya oleh jemaah Indonesia di tengah kompleksitas pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
"Kehadiran beliaunya di sana sangat membantu. Mulai dari bimbingan ibadah sampai urusan teknis akomodasi dan transportasi, kader-kader kita siap berkhidmat," tutur Ustaz Farid.
Melalui dedikasi para mahasiswa ini, PCIM Arab Saudi membuktikan bahwa dakwah Islam berkemajuan tidak hanya disampaikan melalui lisan dan tulisan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kepedulian dan pelayanan nyata bagi sesama di Tanah Suci.
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....