Tujuh Jembatan Garuda Rampung Dibangun, Buka Akses Ekonomi Warga Bondowoso
- 13 Agt 2026 14:10 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Kodim 0822 Bondowoso merampungkan pembangunan tujuh Jembatan Perintis Garuda yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Peresmian program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut dilakukan serentak secara nasional secara virtual. Di Bondowoso, peresmian dipusatkan di jembatan penghubung Desa Tanggul Angin, Kecamatan Tegalampel, Kamis, 13 Agustus 2026.
Komandan Kodim 0822 Bondowoso Letkol Infanteri Prawito mengatakan, total terdapat 12 Jembatan Perintis Garuda yang direncanakan dibangun di Kabupaten Bondowoso. Dari jumlah tersebut, tujuh jembatan telah rampung 100 persen.
"Yang sudah selesai ada tujuh titik," kata Prawito.
Ketujuh jembatan tersebut masing-masing berada di Desa Gadingsari, Kecamatan Pakem; Desa Sumbersalak, Kecamatan Curahdami; Desa Tanggul Angin, Kecamatan Tegalampel; Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso; Desa Gayam, Kecamatan Botolinggo; Desa Sucolor, Kecamatan Maesan; dan Desa Dawuan, Kecamatan Tenggarang.
Menurut Prawito, dua dari tujuh jembatan yang telah selesai tersebut memiliki fungsi strategis karena menghubungkan wilayah antarkabupaten.
Jembatan di Desa Gadingsari menghubungkan Kabupaten Bondowoso dengan Desa Sumberargo, Kabupaten Situbondo. Sementara jembatan di Desa Sucolor menjadi penghubung antara Bondowoso dengan wilayah Kabupaten Jember.
Model jembatan yang dibangun dalam program tersebut terdiri atas jembatan gantung dan jembatan beton, menyesuaikan kondisi serta kebutuhan masing-masing wilayah.
Selain pembangunan jembatan, Kodim 0822 Bondowoso juga menjalankan program penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor. Dari lima titik yang telah diajukan, dua titik di antaranya telah selesai dikerjakan, yakni di Kecamatan Grujugan dan Kecamatan Cermee.
Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i mengapresiasi pembangunan Jembatan Perintis Garuda tersebut. Menurutnya, kehadiran infrastruktur itu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama di tengah keterbatasan fiskal pemerintah daerah.
Ia menilai keberadaan jembatan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mendukung akses ekonomi dan pendidikan masyarakat.
"Harapannya jembatan ini dapat dijaga agar awet, serta penggunaan tonasenya disesuaikan," ujarnya.
Sementara itu, Camat Tegalampel Rifki Haryadi mengatakan, keberadaan jembatan di Desa Tanggul Angin telah memberikan perubahan signifikan terhadap akses lalu lintas warga.
Saat ini, jembatan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda empat berukuran kecil. Padahal sebelumnya, akses di lokasi tersebut belum bisa dilalui kendaraan roda empat.
Kondisi itu membuat mobilitas masyarakat di Dusun Gumok dan Dusun Antar Pagar, Desa Tanggul Angin, menjadi lebih mudah, termasuk dalam menunjang aktivitas ekonomi dan pertanian.
"Jembatan ini bisa menghubungkan ke desa terdekat tanpa harus memutar jauh," kata Rifki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....