Petugas dan Petani Terus Tangani Serangan Hama Monyet di Lumajang

  • 12 Agt 2026 12:18 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Serangan hama monyet ekor panjang di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meresahkan petani. Sekitar 11 kecamatan yang berbatasan dengan hutan terdampak, dengan kerusakan tanaman yang terjadi secara masif dan berulang.

Menurut Koordinator Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Lumajang, Waspodo Budi Prayitno, S.P., gangguan ini tidak hanya terjadi di kawasan sekitar hutan, tetapi juga merambah ke lahan pertanian yang jauh dari habitat monyet.

“Serangan ini sangat meresahkan petani. Tanaman yang menjadi sumber mata pencaharian mereka dirusak dan dimakan, sehingga berdampak langsung pada kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Waspodo saat dikonfirmasi RRI Lumajang, Rabu 12 Agustus 2026.

Gerombolan monyet menyerang tanaman apa saja yang tersedia. Pisang, singkong, padi, hingga jagung menjadi sasaran. Petani mengaku sudah berupaya menghalau dengan cara-cara sederhana, seperti membungkus tandan pisang agar tidak terjangkau, memasang jaring di sekeliling lahan, serta menggunakan aroma yang tidak disukai monyet. Namun upaya tersebut belum efektif menghentikan serangan.

Waspodo menduga lonjakan serangan dipicu berkurangnya sumber pakan di habitat alami monyet.

“Diduga terjadi kelaparan karena rantai makanan di gunung-gunung sudah menipis. Ada indikasi kondisi hutan yang gundul sehingga monyet turun ke permukiman dan lahan pertanian warga,” ujarnya.

Sementara itu Penyuluh Pertanian Terampil BPP Gucialit, Subechan Yusuf, S.Tr.P., menyebut serangan ini berpotensi menyebabkan gagal panen dan menurunkan produktivitas pertanian warga.

“Kami sudah melakukan pengamatan di lokasi serangan, musyawarah dengan kelompok tani, literasi, kunjungan ke instansi terkait, serta FGD. Selanjutnya ditetapkan demplot dan dilakukan pemasangan di Blok 1 dan Blok 3. Setelah pengamatan di Blok 3 selesai, metode ini akan diaplikasikan secara masif di tingkat desa,” jelas Subechan.

Ia merinci ada empat metode pengendalian yang saat ini diuji dan disosialisasikan kepada petani

1. Pemasangan jaring atau wareng jangkar di sekeliling lahan

2. Penggunaan kantong pakan kucing sebagai pembungkus

3. Campuran terasi, kapur barus, dan air yang dibungkus untuk menimbulkan bau yang tidak disukai monyet

Baik POPT maupun penyuluh pertanian menekankan, penanganan hama monyet tidak bisa hanya mengandalkan upaya petani secara mandiri. Diperlukan keterlibatan aktif instansi terkait, mulai dari dinas pertanian, kehutanan, hingga konservasi sumber daya alam, untuk mencari solusi jangka panjang.

“Kalau tidak segera ditangani secara terpadu, serangan ini akan terus berulang dan mengancam ketahanan pangan petani di Lumajang,” tutup Waspodo.

Pemerintah Kabupaten Lumajang hingga kini masih mengupayakan koordinasi lebih lanjut untuk menekan dampak serangan sekaligus menjaga keseimbangan habitat satwa liar yang dilindungi tersebut.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....