Menteri Kehutanan Pantau Kawasan Kebakaran di TNBTS

  • 09 Agt 2026 21:42 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadi perhatian utama pemerintah pusat. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung lokasi terdampak di Desa Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (9/8/2026).

Kunjungan itu didampingi Kepala Biro Operasi Polda Jawa Timur Kombes Pol. Joni Iskandar dan Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi. Pertemuan koordinasi lintas sektor digelar di Cafe Aspara, Cemoro Lawang, dengan fokus membahas strategi pencegahan dan penanganan karhutla yang berbatasan dengan beberapa kabupaten.

Sejumlah pejabat tinggi turut hadir. Di antaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan, Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, Kapolres Probolinggo, Dandim Probolinggo, serta jajaran Ditpamobvit Polda Jatim dan pengelola TNBTS.

Dalam arahannya, Raja Juli Antoni menekankan kolaborasi antarinstansi sebagai kunci menjaga kawasan konservasi. Ia menyoroti wilayah perbatasan antar-kabupaten yang rawan menjadi titik masuk dan penyebaran api.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Polres Lumajang menyatakan siap memperkuat koordinasi di lapangan.

“Kami dari Polres Lumajang siap menindaklanjuti seluruh arahan Menteri Kehutanan. Sinergi lintas sektoral antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pengelola TNBTS menjadi kunci utama dalam mencegah serta menangani ancaman karhutla secara cepat dan terpadu,” ujar AKBP Riki Yariandi kepada wartawan Minggu 09 Agustus 2026

Riki menyebut pengawasan di wilayah perbatasan Lumajang menjadi prioritas. Menurutnya, pemantauan pergerakan api dan kondisi kawasan harus dilakukan intensif untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.

“Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami pantau bersama jajaran TNI, TNBTS, pemerintah daerah serta instansi terkait. Sehingga apabila terjadi perkembangan situasi, langkah penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” katanya.

Ia juga menegaskan penanganan karhutla tidak cukup berhenti pada pemadaman. Upaya pencegahan dan pemulihan ekosistem harus dilakukan berkelanjutan mengingat TNBTS memiliki fungsi ekologis penting.

“Penanganan kebakaran hutan tidak hanya selesai pada saat api berhasil dipadamkan. Pengawasan, pencegahan dan pemulihan ekosistem juga harus menjadi bagian dari langkah bersama,” ucap Riki.

Sebagai langkah konkret, Polres Lumajang akan meningkatkan patroli di titik-titik rawan dan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta wisatawan.

“Pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri. Selain koordinasi ketat antar instansi, kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan dan segera melapor apabila menemukan titik api,” pungkasnya.

Kebakaran di TNBTS beberapa waktu terakhir memicu keprihatinan luas karena berdampak pada kualitas udara, flora, fauna, dan aktivitas wisata. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri kini memperkuat posko gabungan dan patroli terpadu di sejumlah jalur masuk kawasan konservasi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....