Delegasi 12 Negara Pelajari Implementasi Nilai Islam di Banyuwangi

  • 06 Agt 2026 22:04 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Sebanyak 26 delegasi dari 12 negara mempelajari implementasi nilai-nilai Islam dalam tata kelola pemerintahan dan kehidupan masyarakat di Banyuwangi melalui International Course & Experiential Learning: Islamic Justice bertajuk "Access to Justice in Southeast Asia 2026", Rabu 5 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk melihat secara langsung praktik pelayanan publik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman di daerah.

Konferensi internasional yang diselenggarakan The Centre for Human Rights, Multiculturalism and Migration (CHRM2) Fakultas Hukum Universitas Jember bekerja sama dengan Universitas Islam Cordoba Banyuwangi itu diikuti ratusan peserta. Sebanyak 26 delegasi berasal dari Indonesia, Amerika Serikat, Filipina, Pakistan, India, Prancis, Jepang, Vietnam, Australia, Malaysia, Korea Selatan, dan Kanada.

Sebelum mengikuti sesi konferensi, para peserta menjalani rangkaian experiential learning dengan mengunjungi sejumlah lokasi di Banyuwangi dan berdiskusi bersama berbagai pemangku kepentingan. Melalui kegiatan tersebut, para delegasi memperoleh gambaran langsung mengenai penerapan nilai-nilai Islam dalam pelayanan publik dan kehidupan sosial masyarakat.

Peserta asal Pakistan, Fehmida Kanwal, mengaku mendapatkan pengalaman baru mengenai implementasi ajaran Islam yang diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Menurutnya, pengalaman tersebut memperkaya pemahamannya tentang praktik nilai-nilai Islam di tingkat masyarakat.

"Saya banyak belajar di sini tentang bagaimana Islam diimplementasikan dalam berbagai aspek dengan baik," ujar Fehmida Kanwal, Rabu 5 Agustus 2026.

Rektor Universitas Islam Cordoba Banyuwangi, Prof. Agus Trihartono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menjadikan Banyuwangi sebagai pusat pengembangan kajian Islam internasional. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan Banyuwangi sebagai laboratorium hidup bagi pengembangan berbagai disiplin ilmu, khususnya studi Islam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....