Delegasi 12 Negara Terkesan Implementasi Nilai Islam di Banyuwangi

  • 06 Agt 2026 13:55 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Sebanyak 26 delegasi dari 12 negara mengaku terkesan dengan implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat dan tata kelola pemerintahan di Banyuwangi. Kesan tersebut mereka sampaikan saat mengikuti International Course & Experiential Learning: Islamic Justice bertajuk "Access to Justice in Southeast Asia 2026", Rabu 5 Agustus 2026.

Konferensi internasional yang digelar The Centre for Human Rights, Multiculturalism and Migration (CHRM2) Fakultas Hukum Universitas Jember bekerja sama dengan Universitas Islam Cordoba Banyuwangi itu diikuti ratusan peserta. Selain menghadiri sesi konferensi, para delegasi juga mengikuti rangkaian experiential learning dengan mengunjungi sejumlah lokasi di Banyuwangi dan berdialog dengan berbagai pemangku kepentingan.

Peserta asal Pakistan, Fehmida Kanwal, mengatakan kunjungannya ke Banyuwangi memberikan pengalaman baru mengenai penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

"Saya banyak belajar di sini tentang bagaimana Islam diimplementasikan dalam berbagai aspek dengan baik," ujar Fehmida Kanwal, Rabu 5 Agustus 2026.

Kesan serupa disampaikan peserta asal Amerika Serikat, Destiny Perez Orozco. Ia menilai pengalaman berkeliling Banyuwangi dan berdiskusi dengan berbagai pihak memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai implementasi nilai-nilai keislaman di Indonesia.

"Pengalaman ini memberi wawasan baru yang lebih luas bagi kami," kata Destiny Perez Orozco.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani didapuk sebagai pembicara kunci. Ipuk menjelaskan nilai-nilai Islam menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama untuk mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

"Nilai-nilai maqashid syariah menjadi fondasi dalam setiap kebijakan yang diambil Pemkab Banyuwangi. Sehingga seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang inklusif dan berkeadilan untuk memperoleh layanan publik," ujar Ipuk Fiestiandani.

Konferensi tersebut diikuti delegasi dari Indonesia, Amerika Serikat, Filipina, Pakistan, India, Prancis, Jepang, Vietnam, Australia, Malaysia, Korea Selatan, dan Kanada. Sebelum mengikuti sesi konferensi, para peserta juga mengunjungi sejumlah daerah di sekitar Banyuwangi dalam rangkaian experiential learning untuk melihat secara langsung praktik pelayanan publik dan kehidupan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....