Tim Pengabdian Masyarakat Latih Siswa Bikin Jamur Tiram

  • 06 Agt 2026 15:51 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Abdurachman Saleh Situbondo, Jawa Timur, melaksanakan program Integrasi Budaya Jamur Tiram kepada siswa SD Muhammadiyah 1 Panarukan.

Ketua Tim Pengabdian Nuris Hidayat mengatakan, program ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran kontekstual sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.

"Program Integrasi Budidaya Jamur Tiram ini sebagai media pembelajaran IPA Kontekstual dan Kewirausahaan di SD Muhammadiyah 1 Panarukan," ujarnya kepada RRI, Kamis, 6 Agustus 2026.

Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep IPA, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar praktik budidaya jamur tiram.

"Siswa kami ajak mengenal proses pertumbuhan jamur, memahami keterkaitannya dengan materi sains, serta mengembangkan keterampilan berwirausaha melalui pengolahan dan pemasaran hasil budidaya," bebernya.

Diharapkan, pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan mampu membentuk karakter peserta didik yang kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal.

"Program ini terlaksana berkat adanya dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia," ujarnya.

Program ini merupakan salah satu bentuk implementasi PJBL (Project Based Learning). Memilih budidaya jamur tiram karena mudah diterapkan di lingkungan sekolah, memiliki nilai edukatif yang tinggi, serta berpotensi menjadi media pembelajaran lintas disiplin.

"Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mempelajari konsep-konsep IPA, tetapi juga dilatih untuk kreatif, kerja sama, bertanggung jawab, serta memahami dasar-dasar kewirausahaan," ungkapnya.

Ia berharap pengalaman belajar ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat berwirausaha sejak usia dini.

Sementara itu, Anggota Tim Pengabdian Nurul Avidhah Elhany menyatakan bahwa selama proses pendampingan, tim memberikan pelatihan mengenai teknik pembuatan media tanam, penanaman bibit, perawatan hingga panen jamur tiram.

"Kami juga membimbing guru dalam mengintegrasikan kegiatan budidaya jamur ke dalam pembelajaran IPA sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media belajar yang berkelanjutan," ucapnya.

Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, guru, dan siswa diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih inovatif dan aplikatif.

"Kami juga memberikan pelatihan numerasi dan kewirausahaan dengan mengintegrasikan konsep matematika ke dalam aktivitas budidaya jamur tiram," imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, siswa diajak menghitung kebutuhan bahan baku, memperkirakan biaya produksi, menentukan harga jual, menghitung keuntungan, serta menganalisis hasil panen menggunakan operasi hitung sederhana.

"Pendekatan ini membuat pembelajaran matematika menjadi lebih kontekstual. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya meningkatkan kemampuan numerasi, tetapi juga memperoleh pengalaman awal dalam mengelola usaha secara kreatif dan bertanggung jawab," ucapnya.Tim

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....