GAPASDAP Dorong Sterilisasi Pelabuhan Jadi Budaya Keselamatan
- 05 Agt 2026 13:47 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP), Khoiri Soetomo, mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan implementasi sterilisasi Pelabuhan Ketapang sebagai momentum memperkuat budaya keselamatan transportasi penyeberangan. Menurutnya, kebijakan tersebut harus menjadi bagian dari perubahan budaya kerja, bukan sekadar penerapan regulasi.
Pernyataan itu disampaikan menyusul dimulainya implementasi penuh Program Sterilisasi Pelabuhan di Pelabuhan Ketapang, Rabu 5 Agustus 2026. Program tersebut merupakan upaya memperkuat tata kelola pelabuhan, meningkatkan ketertiban kawasan operasional, sekaligus mendukung sistem keselamatan transportasi penyeberangan nasional.
Khoiri mengatakan, sterilisasi pelabuhan tidak boleh dipahami hanya sebagai penataan fisik kawasan atau penerapan aturan administratif. Keberhasilan program tersebut, menurutnya, ditentukan oleh tumbuhnya kesadaran seluruh insan transportasi dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.
"Sterilisasi pelabuhan bukanlah tujuan akhir. Sterilisasi pelabuhan adalah instrumen untuk membangun Budaya Keselamatan (Safety Culture). Keberhasilannya bukan diukur dari banyaknya pagar, portal, atau pembagian zona yang dibangun, melainkan dari tumbuhnya kesadaran dan disiplin seluruh insan transportasi dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama," ujar Khoiri, Rabu 5 Agustus 2026.
Khoiri menilai Pelabuhan Ketapang memiliki nilai historis penting dalam perkembangan transportasi penyeberangan nasional. Selain menjadi jalur utama penghubung Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara, lintasan Ketapang–Gilimanuk juga pernah menjadi lokasi sejumlah kecelakaan kapal yang menjadi pelajaran bagi perbaikan sistem keselamatan.
Ia menyebut sejumlah insiden yang pernah terjadi di lintasan tersebut, antara lain LCT Kaltim Mas II pada 1994, LCT Trisila Bhakti pada 1995, KMP Citra Mandala Bhakti pada 2000, KMP Rafelia II pada 2016, KMP Yunicee pada 2021, serta KMP Tunu Pratama Jaya pada 2025. Menurutnya, berbagai peristiwa itu harus menjadi bahan evaluasi agar keselamatan pelayaran terus ditingkatkan.
"Daftar tersebut bukan untuk membuka kembali luka lama, tetapi menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah perjalanan yang harus terus diperbaiki. Setiap musibah membawa pelajaran yang sangat mahal. Tugas kita adalah memastikan pelajaran itu tidak pernah hilang dari ingatan generasi berikutnya," ucap Khoiri.
Khoiri menambahkan, tenggelamnya KMP Rafelia II pada 2016 menjadi salah satu momentum lahirnya penguatan regulasi sterilisasi pelabuhan melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 29 Tahun 2016 yang kemudian disempurnakan dengan PM 91 Tahun 2021 tentang Zonasi Kawasan Pelabuhan Penyeberangan. Karena itu, implementasi sterilisasi pelabuhan dinilai sebagai kelanjutan reformasi keselamatan yang telah dibangun selama hampir satu dekade.
Selain mendukung sterilisasi pelabuhan, GAPASDAP juga mengapresiasi peningkatan kapasitas Dermaga II Ketapang-Gilimanuk. Menurut Khoiri, pembangunan infrastruktur pelabuhan tidak hanya meningkatkan kapasitas pelayanan, tetapi juga berkontribusi mengurangi antrean kendaraan, memperlancar arus penyeberangan, dan menekan potensi risiko kecelakaan.
Dalam kesempatan tersebut, GAPASDAP mengusulkan lahirnya Deklarasi Ketapang untuk Budaya Keselamatan Penyeberangan Indonesia. Deklarasi itu diharapkan menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama, menjalankan regulasi secara konsisten, memperkuat kolaborasi, serta menjadikan setiap insiden sebagai pembelajaran dalam memperbaiki sistem transportasi penyeberangan.
"Mari kita jadikan Pelabuhan Ketapang bukan lagi dikenang karena sejarah musibahnya, tetapi dikenang sebagai tempat lahirnya Budaya Keselamatan Penyeberangan Indonesia. Dari Ketapang, kita kirimkan pesan kepada seluruh Indonesia bahwa keselamatan bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan nilai, budaya, dan tanggung jawab moral kita bersama," kata Khoiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....