IDI Jember: Telemedicine Homecare Bantu Tenaga Medis Ambil Keputusan Awal

  • 05 Agt 2026 01:24 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember menilai layanan telemedicine program Homecare dapat membantu tenaga kesehatan mengambil keputusan awal saat memberikan pelayanan kepada pasien di rumah.

Meski demikian, penanganan kasus yang berat tetap memerlukan rujukan ke rumah sakit. Ketua IDI Cabang Jember, dr. Ali Shodikin, mengatakan program Homecare memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Terutama untuk pasien yang memiliki keterbatasan mobilitas untuk mengakses fasilitas kesehatan,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, konsultasi jarak jauh melalui telemedicine dapat menjadi pendamping bagi tenaga kesehatan di lapangan dalam menentukan langkah awal penanganan pasien.

Namun, keterbatasan obat-obatan dan peralatan medis di lokasi pelayanan menjadi tantangan tersendiri.

"Kita harus realistis bahwa ketersediaan obat dan alat medis di lokasi penanganan kerap terbatas. Untuk kasus klinis yang berat, rujukan dan tatalaksana komprehensif di rumah sakit tetap tidak terelakkan," katanya.

Selain itu, Ali mengingatkan agar pelaksanaan program Homecare juga memperhatikan beban kerja tenaga kesehatan.

Menurutnya, penambahan tugas bagi dokter, perawat, bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya perlu diimbangi dengan pengaturan jam kerja yang proporsional agar pelayanan tetap profesional dan sesuai ketentuan.

“Program ini tentu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sasaran. Konsekuensinya adalah peningkatan volume kerja bagi para petugas medis,” katanya.

“Oleh karena itu, perlu ada pengaturan jam kerja dan beban tugas yang presisi agar aspek profesionalisme serta regulasi jam kerja ASN tetap terjaga," tambahnya.

Ia juga menilai keberhasilan program Homecare bergantung pada dukungan pemerintah daerah.

Mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, obat-obatan, peralatan medis portabel, hingga pemberian insentif yang memadai bagi petugas.

Di sisi lain, IDI Jember mengimbau masyarakat yang masih memiliki kemampuan untuk datang ke fasilitas kesehatan agar tetap memanfaatkan layanan di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara layanan homecare difokuskan secara presisi kepada kelompok masyarakat yang benar-benar tidak memungkinkan untuk hadir secara fisik ke fasilitas kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....