Banyuwangi Jadi Pilot Project Program NADI JKN Nasional
- 05 Agt 2026 01:36 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Banyuwangi menjadi salah satu daerah penerapan Program NADI JKN (Menabung Demi Iuran JKN) yang diluncurkan BPJS Kesehatan bersama PT Pos Indonesia, Selasa 4 Agustus 2026. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya pekerja sektor informal yang memiliki penghasilan tidak tetap.
Peluncuran program di Banyuwangi ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi Muhammad Masrur Ridwan dan Executive Manager PT Pos Indonesia Kantor Cabang Banyuwangi Sesaria Agung Pribadi. Penandatanganan turut disaksikan Deputi Direksi Wilayah VII BPJS Kesehatan I Made Puja Yasa serta Senior Manager PT Pos Indonesia Wilayah V Cecep Priadi Usman.
Deputi Direksi Wilayah VII BPJS Kesehatan I Made Puja Yasa mengatakan Banyuwangi dipilih sebagai lokasi awal implementasi karena masih menghadapi tantangan dalam tingkat keaktifan peserta JKN. Menurutnya, program tersebut diharapkan menjadi solusi bagi peserta mandiri yang kesulitan membayar iuran sekaligus.
"Saat ini cakupan kepesertaan JKN secara nasional telah mencapai hampir 98 persen, sedangkan tingkat keaktifannya sekitar 80 persen. Di Jawa Timur cakupan kepesertaan JKN sekitar 97 persen dengan tingkat keaktifan 77,85 persen. Tantangan kita sekarang bukan lagi mengajak masyarakat menjadi peserta, tetapi memastikan kepesertaan mereka tetap aktif," ujar Puja, Selasa 4 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, Program NADI JKN memungkinkan peserta menyisihkan dana sedikit demi sedikit sesuai kemampuan, baik harian maupun mingguan. Setelah saldo mencukupi, sistem akan secara otomatis mendebit tabungan untuk membayar iuran JKN sehingga peserta tidak perlu menunggu memiliki dana dalam jumlah besar.
Di Banyuwangi, tingkat cakupan kepesertaan JKN telah mencapai sekitar 89 persen. Namun tingkat keaktifan peserta masih berkisar 53 persen sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran iuran, terutama dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).
Senior Manager PT Pos Indonesia Wilayah V Cecep Priadi Usman mengatakan layanan NADI JKN didukung jaringan kantor pos dan Agen Pos yang tersebar hingga tingkat kecamatan dan desa. Peserta cukup membuka rekening dengan setoran awal minimal Rp10 ribu tanpa biaya administrasi bulanan.
"Ketika saldo sudah mencukupi, pembayaran iuran JKN akan dilakukan secara otomatis sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terlambat membayar," kata Cecep.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi Muhammad Masrur Ridwan mengajak peserta mandiri memanfaatkan Program NADI JKN sebagai solusi menjaga kepesertaan tetap aktif. Menurutnya, kebiasaan menabung secara rutin akan membantu peserta menghindari tunggakan iuran sekaligus memastikan perlindungan kesehatan tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....