Sebelas Mata Air Banyuwangi Menyusut Akibat Kemarau

  • 05 Agt 2026 01:30 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat debit 11 mata air di sejumlah wilayah mengalami penyusutan sekitar 30 persen. Hal ini seiring musim kemarau yang terjadi di Banyuwangi dalam beberapa bulan terakhir.

Hasil tersebut diperoleh dari validasi lapangan yang dilakukan BPBD bersama Perumda Air Minum (PUDAM) Banyuwangi. Meski mengalami penurunan, kondisi pasokan air baku masih dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana mengatakan penyusutan debit mata air paling banyak terjadi di Kecamatan Licin dan Glagah. Penurunan debit diperkirakan masih dapat berlanjut seiring berlangsungnya musim kemarau.

"Penyusutannya sekitar 30 persen. Namun berdasarkan keterangan Direktur PUDAM, kondisinya masih dalam kategori aman," ujar Partana, Selasa 4 Agustus 2026.

BPBD mengacu pada prakiraan BMKG yang menyebut musim kemarau di Banyuwangi diperkirakan berlangsung hingga akhir 2026, dengan puncak pada Juli hingga September. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih maupun pasokan air untuk sektor pertanian.

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Pengairan dan Dinas Pertanian. Dinas Pengairan diminta mengoptimalkan pemanfaatan embung dan penampungan sisa air hujan, sedangkan Dinas Pertanian menyiapkan penyesuaian pola tanam serta penggunaan varietas yang lebih tahan terhadap kekeringan.

"Harapannya petani tidak mengalami gagal panen meski kemarau berlangsung lebih panjang," kata Partana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....