Vonis Kanker Stadium 4 Ubah Perempuan ini Memaknai Kehidupan

  • 31 Jul 2026 18:34 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember: Vonis kanker payudara stadium empat tidak lantas memadamkan semangat hidup Yuyun Andayani (50 tahun), seorang penyintas yang berhasil mengubah sudut pandangnya dalam memaknai setiap cobaan kesehatan. Perjuangannya dimulai sejak Oktober 2021 saat pertama kali terdiagnosa, dilanjutkan dengan serangkaian kemoterapi dan tindakan mastektomi (pengangkatan payudara dan jaringannya) hingga sempat dinyatakan remisi (terbebas dari kanker). Namun, ujian berat kembali menghampiri ketika ia mengalami kelumpuhan tangan kiri pada akhir 2023 akibat keterlibatan saraf, serta komplikasi efusi pleura atau penumpukan cairan di paru-paru pada akhir 2025 yang menandai penyebaran kankernya.

Kepada RRI Yuyun Andayani berkisah, "Waktu itu, di tengah rasa sakit yang hebat dan kekhawatiran yang mendalam, saya mengambil keputusan besar untuk mengubah pola pikir dari sekadar mengejar kesembuhan fisik menjadi proses penerimaan dan keikhlasan. Saya belajar mengelola rasa nyeri tanpa terus-menerus bergantung pada obat pereda rasa sakit, melainkan melalui regulasi emosi, ketenangan pikiran, dan dukungan penuh dari suami dan keluarga. Bertahap namun pasti, rasa ikhlas ternyata memberikan dampak positif yang signifikan bagi fisik maupun mental saya, hingga fungsi tangan kiri yang sempat lumpuh perlahan kembali normal dan dapat digunakan untuk beraktivitas sehari-hari." ujarnya, 31 Juli 2026.

Keberhasilan Yuyun melewati masa-masa kritis juga tidak lepas dari dukungan moral keluarga serta ruang berproses bersama komunitas Lovepink Jember. Bergabung dengan sesama penyintas mengajarkannya cara hidup berdampingan secara damai dengan kanker payudara, sembari memegang teguh semangat Pokok'e Wegah Nyerah, semangat motivasi dari rekan seperjuangan memberikannya dorongan mental yang kuat untuk terus disiplin menjalani evaluasi medis dan perawatan berkala.

"Pengalaman panjang melawan kanker memberikan pelajaran berharga bahwa kedamaian pikiran dan keikhlasan atas takdir mampu memberikan kekuatan luar biasa dalam menjalani pengobatan. Saya meyakini bahwa tugas manusia adalah berikhtiar secara maksimal untuk sehat, sementara urusan usia sepenuhnya berada di tangan Tuhan Yang Maha Kuasa." katanya.

Sikap pasrah yang disertai ikhtiar tanpa henti ini akhirnya membuahkan hasil manis ketika evaluasi medis terbaru menunjukkan cairan di parunya telah mengering dan hasil laboratoriumnya dinyatakan membaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....