UNARS Perkuat Tim PKK Cegah Bullying
- 31 Jul 2026 16:22 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Abdurachman Saleh (Unars) Situbondo, Jawa Timur, memperkuat peran Tim Penggerak PKK dalam pencegahan perundungan terhadap anak.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Abdurrachman Saleh Situbondo, Desi Indriyani mengatakan, pihaknya menghadirkan inovasi teknologi edukasi dalam pencegahan perundungan terhadap anak.
"Kasus bullying tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat, namun juga dapat terjadi di rumah, dipengaruhi oleh pola pengasuhan," ujarnya kepada RRI, Jumat, 31 Juli 2026.
Oleh karenanya, penguatan kapasitas orang tua khususnya ibu sebagai pendamping utama anak, merupakan langkah strategis dalam membangun lingkungan yang aman dan mendukung terhadap tumbuh kembang anak.
"Salah satu program untuk pencegahan perundungan terhadap anak yakni ibu-ibu TP-PKK. Harapan kami, mereka tidak hanya memahami konsep pencegahan bullying, tetapi juga menerapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek), tidak hanya memberikan penyuluhan, akan tetapi juga menghadirkan teknologi dan inovasi edukasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh TP-PKK sebagai media pembelajaran di masyarakat.
"Kami menyasar ibu-ibu PKK di Desa Olean. Harapannya mereka tidak hanya memahami konsep pencegahan bullying, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," bebernya.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat mengembangkan tiga media edukasi yang diserahkan kepada TP-PKK, yakni berupa poster Anti-Bullying yang memuat informasi mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampak terhadap perkembangan anak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh keluarga.
"Poster Anti-Bullying ini dirancang menggunakan bahasa yang sederhana dengan ilustrasi menarik, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat," tegasnya.
Ada pula inovasi kedua berupa video animasi 3D yang menyajikan skenario perundungan yang sering terjadi pada anak, disertai contoh penyelesaian menggunakan metode Logic dan perlindungan hukum.
"Media audiovisual efektif untuk memberikan pemahaman masyarakat melalui penyampaian materi yang lebih interaktif dan mudah diingat," jelasnya.
Inovasi ketiga berupa Logic Parenting Card (LPC), yaitu media edukasi berbasis kartu yang dikembangkan untuk membantu orang tua dan kader PKK mendiskusikan berbagai kasus bullying secara sistematis.
"Kartu ini berisi ilustrasi kasus nyata, pertanyaan refleksi, serta langkah-langkah penyelesaian menggunakan metode Logic sehingga peserta dapat berlatih mengambil keputusan secara bijaksana ketika menghadapi permasalahan yang dialami anak," ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....