Unars Beri Penguatan Usaha Bagi Petani Jamur
- 31 Jul 2026 13:15 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Universitas Abdurachman Saleh Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memberikan penguatan usaha bagi petani jamur agar mampu berdaya saing.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Abdurachman Saleh, Nurul Avidhah Elhany mengatakan, penguatan usaha dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya saing petani jamur.
"Kami melaksanakan program penguatan usaha petani jamur di Desa Kalibagor Situbondo melalui penerapan teknologi press baglog semi-otomatis," ujar Nurul Avidhah, Jumat, 31 Juli 2026.
Kegiatan ini melibatkan kelompok petani jamur lokal sebagai sasaran utama. Dengan harapan, petani jamur bisa mengatasi permasalahan produksi yang masih dilakukan secara manual dan berdampak pada rendahnya produktivitas dan ketidakstabilan kualitas baglog.
"Petani mendapat pelatihan dan pendampingan cara penggunaan alat press baglog semi-otomatis yang mampu mempercepat proses produksi, meningkatkan kapasitas hasil, serta menjaga konsistensi kualitas media tanam jamur," ungkapnya.
Ketika petani dapat memproduksi baglog yang lebih efisien, hemat tenaga, dan memiliki standar kualitas yang lebih seragam, maka potensi panen jamur mereka meningkat termasuk mampu meningkatkan pendapatan.
"Kalau produksi meningkat, pasti pendapatan petani jamur juga meningkat," imbuhnya.
Program ini terlaksana berkat adanya dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK) 2026.
"Saya optimis, melalui inovasi teknologi tepat guna ini, proses produksi dapat dilakukan secara lebih cepat, efisien, dan konsisten, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga stabilitas kualitas hasil," imbuhnya.
Selain itu, kegiatan pengabdian ini juga dirancang tidak hanya sebatas pemberian alat, tetapi mencakup pelatihan dan pendampingan intensif agar petani mampu mengoperasikan dan merawat teknologi secara mandiri dan berkelanjutan.
"Semoga usaha petani jamur di Situbondo dapat berkembang lebih optimal dan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar," ucapnya.
Sementara itu, anggota Tim Pengabdian, Creani Handayani menyatakan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif para petani dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pelatihan, praktik penggunaan alat, hingga evaluasi hasil produksi.
"Teknologi press baglog semi-otomatis tidak hanya mempermudah proses kerja, tetapi juga membantu petani dalam menjaga konsistensi ukuran dan kepadatan baglog sehingga berdampak langsung pada kualitas pertumbuhan jamur," ucapnya.
Sementara itu, Desi Indriyani, S.Pd., M.Si selaku anggota tim pengabdian juga memberikan pelatihan pemasaran dan pembuatan produk diversifikasi jamur guna meningkatkan nilai tambah hasil produksi petani.
"Selain peningkatan kapasitas produksi, aspek hilirisasi produk juga menjadi kunci penting dalam memperkuat daya saing usaha petani jamur," katanya.
Melalui pelatihan ini, para petani dibekali pengetahuan tentang strategi pemasaran, mulai dari pengemasan yang menarik, penentuan harga, hingga pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan pasar.
"Melalui diversifikasi produk dan strategi pemasaran yang tepat, diharapkan petani tidak hanya bergantung pada penjualan jamur segar, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan," imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....