Unars dan Ibrahimy Latih Pembudidaya Ikan Membuat Pakan
- 31 Jul 2026 01:53 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Universitas Abrurrachman Saleh (Unars) dan Universitas Ibrahimy Situbondo, Jawa Timur memberikan pelatihan pengembangan usaha pembudidaya lele, Kamis, 30 Juli 2026.
Ketua Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ibrahimy dan Unars Situbondo, Ach Khumaidi mengaku, masyarakat dilatih membudidaya lele melalui teknologi produksi pakan dengan memanfaatkan energi Matahari atau solar cell.
Pelatihan budidaya lele adalah Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun anggaran 2026.
"Peserta pelatihan ini diikuti oleh puluhan masyarakat, yang masuk dalam Pokdakan Kebun Ikan Situbondo," ucapnya.
Kegiatan pengabdian merupakan bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh para pembudidaya ikan khususnya di Situbondo.
Katanya, penguatan daya saing kelompok pembudidaya ikan tidak cukup hanya melalui peningkatan produksi, namun perlu didukung dengan teknologi pakan, kemampuan pengolahan hasil, penguatan kapasitas sumber daya manusia serta strategi pemasaran sesuai dengan perkembangan zaman.
"Semoga dengan menggunakan energi terbarukan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi pakan dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional serta menekan biaya operasional," ungkapnya.
Harga pakan ikan lele saat ini cukup mahal dan menjadi salah satu kendala bagi pembudidaya lele. Di satu sisi, para pembudidaya lele harus mempertahankan produktivitas lele yang dihasilkan untuk mendapatkan keuntungan usaha.
"Kemampuan kelompok untuk memproduksi pakan secara mandiri menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kemandirian dan keberlanjutan usaha mereka," katanya.
Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, juga diisi dengan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, kapasitas usaha dan pendapatan anggota Pokdakan Kebun Ikan Situbondo.
Pelatihan dirancang agar anggota kelompok tidak hanya mampu meningkatkan hasil budi daya, tetapi juga dapat mengembangkan produk bernilai tambah dan memperluas jangkauan pasar.
"Kami melatih peserta untuk membuat pakan ikan mandiri berbasis solar cell, dan pembudidaya ikan memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai pemilihan bahan baku hingga pengeringan pakan dengan memanfaatkan energi Matahari," ungkapnya.
Pembudidaya ikan diajari pembuatan diversifikasi olahan ikan berupa nugget berbahan dasar daging lele, dan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan nilai tambah hasil budi daya.
Mereka juga dilatih membuat pamasaran digital untuk memperluas jangkauan pemasaran lele segar maupun produk olahan yang dihasilkan oleh Pokdakan Kebun Ikan Situbondo.
Sementara Ketua Pokdakan Kebun Ikan Situbondo Sandi Ustafiyan Pradana mengatakan, teknologi pakan berbasis solar cell dan berbagai pelatihan yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan kelompok.
"Semuanya sangat relevan, terutama dalam menghadapi tingginya biaya pakan, terbatasnya variasi produk dan jangkauan pemasaran yang masih perlu diperluas," imbuhnya..
Sandi menambahkan, program tersebut menjadi motivasi bagi pembudidaya lele untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas, dan memperoleh pengetahuan tentang pembuatan pakan mandiri serta pemasaran digital.
Dalam program ini, Pokdakan Kebun Ikan Situbondo mendapat bantuan sarana produksi dan pengolahan berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), mesin pembuat pakan ikan mandiri, serta peralatan untuk mendukung diversifikasi olahan ikan lele.
"Program ini dilaksanakan secara bertahap selama delapan bulan, mulai sejak Maret hingga Oktober 2026," imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....