BPBD Salurkan Air Bersih untuk 75 KK Terdampak Kekeringan di Bangsalsari

  • 29 Jul 2026 21:58 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada 75 kepala keluarga di Dusun Dukuh II, Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari.

Puluhan keluarga tersebut mengalami kesulitan memperoleh air bersih di tengah musim kemarau. Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Jember, Edy Budi Susilo, Rabu (29/7/2026).

Ia mengatakan bantuan tersebut diberikan setelah tim reaksi cepat (TRC) melakukan asesmen menindaklanjuti laporan masyarakat melalui kanal Wadul Gus’e.

“Hasil asesmen menunjukkan warga selama ini mengandalkan jaringan pipanisasi dari sumber air sungai. Namun, debit air terus menurun dan kondisinya keruh sehingga tidak lagi layak dikonsumsi,” ujarnya, saat on air Halo RRI.

BPBD kemudian mendistribusikan sekitar 5.000 liter air bersih dan menempatkan empat tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak warga.

Distribusi bantuan akan dievaluasi secara berkala dalam beberapa hari ke depan sesuai kebutuhan masyarakat.

Meski hujan sempat turun di sejumlah wilayah Jember dalam beberapa hari terakhir, Edy menjelaskan curah hujan tersebut belum mampu memulihkan debit sumber air maupun sumur warga, karena masih bersifat sporadis.

Menurutnya, Bangsalsari sebenarnya bukan termasuk wilayah prioritas rawan kekeringan. Namun, penurunan kualitas air akibat musim kemarau menyebabkan warga tetap membutuhkan bantuan air bersih.

“Yang sudah terjadi kekeringan saat ini di kecamatan Kaliwates dan Pakusari. Kemudian catatan kami, kecamatan yang masuk zona merah yaitu Sumbersari, Patrang, dan Rambipuji,” katanya.

Sementara Mayang, Tempurejo, dan Panti masuk kategori zona sedang. Adapun wilayah lereng Argopuro juga terus dipantau karena berpotensi mengalami kekeringan.

Untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, BPBD telah menyiapkan empat armada tangki air dengan kapasitas total 20 ribu liter serta dukungan cadangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur apabila kebutuhan air bersih meningkat.

BPBD juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat dengan memprioritaskan kebutuhan konsumsi rumah tangga.

“Warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih mohon segera melapor melalui layanan Wadul Gus’e atau BPBD agar dapat dilakukan asesmen dan penyaluran bantuan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....