JFC 2026, Okupansi Penumpang Bandara Notohadinegoro Tembus 95 Persen
- 29 Jul 2026 21:36 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Momentum penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 berdampak pada meningkatnya okupansi penumpang di Bandara Notohadinegoro Jember.
Peningkatan terjadi pada penumpang yang datang menjelang pelaksanaan JFC. Hal itu disampaikan Kepala UPTD Pelayanan Jasa Kebandarudaraan Dishub Jember, Edy Purnomo.
Ia mengatakan lonjakan penumpang mulai terlihat pada penerbangan tanggal 23 Juli atau sehari sebelum rangkaian utama JFC digelar.
“Tingkat keterisian penumpang yang biasanya berada di kisaran 70-80 persen meningkat menjadi sekitar 90-95 persen untuk penumpang kedatangan,” ujarnya, saat on air Halo RRI, Rabu (29/7/2026).
Pada penerbangan 21 Juli, tercatat sebanyak 37 penumpang datang dan 49 penumpang berangkat dengan tingkat okupansi sekitar 70 hingga 80 persen.
Sementara pada 23 Juli, jumlah penumpang yang datang mencapai sekitar 69 hingga 70 orang atau lebih dari 90 persen kapasitas penerbangan, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 33 orang.
“Setelah JFC berakhir, okupansi penerbangan kembali berada pada kisaran normal, yakni 60 hingga 70 persen,” tambahnya.
Selain peningkatan jumlah penumpang, Bandara Notohadinegoro juga melayani satu penerbangan jet tidak berjadwal (unscheduled) pada 26 Juli, bertepatan dengan puncak pelaksanaan Grand JFC.
“Pesawat tersebut mengangkut tamu yang hadir khusus untuk menghadiri gelaran JFC, sehingga menambah aktivitas penerbangan di bandara,” katanya.
Saat ini, Bandara Notohadinegoro masih melayani rute reguler Jakarta–Jember PP. Sementara rute Surabaya–Jember belum beroperasi selama hampir dua bulan, karena penghentian layanan oleh maskapai.
Edy menambahkan, sepanjang Juli 2026 Bandara Notohadinegoro juga menerima beberapa penerbangan tidak berjadwal dari Jakarta maupun Sumatera yang membawa tamu dari unsur pemerintah, investor, dan pihak swasta.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya potensi investasi dan mobilitas yang semakin baik menuju Kabupaten Jember.
“Dilihat dari kedatangan pesawat yang tidak berjadwal tersebut, berarti ada peluang dan potensi tertentu di Kabupaten Jember yang membuat mereka datang ke Jember,” katanya.
Pihaknya optimistis potensi tersebut dapat menjadi dasar pengembangan layanan penerbangan di Bandara Notohadinegoro. Namun, realisasi penambahan rute maupun frekuensi penerbangan masih bergantung pada kesiapan maskapai.
Di sisi lain, sosialisasi mengenai ketersediaan rute dan jadwal penerbangan juga dinilai perlu terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat Jember dan wilayah sekitarnya memanfaatkan layanan transportasi udara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....