Bupati Ipuk Ajak Pendidik Banyuwangi Adaptif Hadapi Perkembangan Teknologi
- 30 Jul 2026 02:52 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak para pendidik untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman guna menciptakan pembelajaran yang inovatif. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu 29 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama 29–30 Juli 2026 itu diikuti sekitar 450 peserta yang terdiri atas guru, kepala sekolah, pengawas, hingga pegiat komunitas pendidikan. TPN XII menjadi ruang berbagi praktik baik, penguatan kapasitas, serta kolaborasi antarpendidik dalam menjawab tantangan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.
"Kita perlu membangun ekosistem belajar yang baik, adaptif, dan menyenangkan bagi anak-anak di Banyuwangi," ujar Ipuk, Rabu 29 Juli 2026.
Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi. Karena itu, pendidik dituntut tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga berani mengubah pola pikir agar mampu menghadirkan proses belajar yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Ipuk menegaskan Temu Pendidik Nusantara harus dimanfaatkan sebagai ruang belajar bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial. Para peserta diharapkan membawa pulang berbagai gagasan baru yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing sekaligus memperkuat kolaborasi antarguru.
"Bawalah pulang ide-ide baru dan wawasan yang utuh untuk bapak dan ibu terapkan di sekolah masing-masing. Bangunlah jejaring yang kuat antarpendidik untuk saling mengisi ruang-ruang kelas kita dengan kreativitas," kata Ipuk.
Temu Pendidik Nusantara XII diselenggarakan melalui kolaborasi Yayasan Guru Belajar Foundation (GBF), Sekolah Cikal Jakarta, dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Tahun ini Banyuwangi kembali menjadi salah satu dari 46 kabupaten dan kota di Indonesia yang menyelenggarakan forum tersebut secara serentak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, mengatakan kegiatan hari pertama diisi dengan bincang pendidikan bersama Konsultan Pendidikan IPB Dr. Budi Susetyo, debat solusi pendidikan, serta kelas internasional yang menghadirkan narasumber dari Malaysia dan Korea Selatan. Sementara hari kedua dipusatkan di SMP Negeri 3 Banyuwangi dengan berbagai kelas tematik, mulai kelas kompetensi, kelas pendidik, kelas pemimpin, pameran karya siswa, hingga pasar solusi pendidikan.
Ketua Guru Belajar Foundation, Pingkan Juwita Fakharia, mengatakan TPN XII mengusung tema "Cita-Cita Kolektif Kewargaan Desa Dunia". Tema tersebut mengajak para pendidik menghadirkan solusi pendidikan yang berangkat dari potensi lokal, namun mampu memberikan dampak yang lebih luas melalui kolaborasi.
"Menjadi warga dunia bukan berarti melupakan akar kita, tetapi justru diajak menghadirkan solusi yang lahir dari konteks daerah masing-masing. Perubahan pendidikan tidak dibangun oleh satu guru atau satu sekolah saja, tetapi melalui cita-cita kolektif yang tumbuh dari kolaborasi," ujar Pingkan.
Rangkaian TPN XII di Banyuwangi turut dihadiri akademisi, praktisi pendidikan, dan pegiat literasi dari berbagai daerah. Puncak Temu Pendidik Nusantara XII dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Jakarta dengan menghadirkan perwakilan pendidik dari seluruh Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....