BPBD Lumajang Distribusikan Air Bersih
- 29 Jul 2026 18:52 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Lumajang- BPBD Kabupaten Lumajang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Sekarmulyo, Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit, Rabu (29/7/2026). Penyaluran didampingi Babinsa Tunjung Koramil 0821-04/Gucialit, Serma Masruri, sebagai upaya merespons keterbatasan air akibat musim kemarau.
Menurut Kepala Pelakasana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Isnugroho, sebanyak empat titik di Dusun Sekarmulyo menjadi sasaran droping air bersih. Bantuan itu menyasar sekitar 28 kepala keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan harian karena sejumlah sumber air warga mulai surut.
"Empat titik di Dusun Sekarmulyo menjadi sasaran droping air bersih. Bantuan itu menyasar sekitar 28 KK," Katanya Rabu 29 Juli 2025
Isnugroho juga menyampaikan masa tanggal darurat kekeringan dan karhutla TMT 10 juli 2026 hingga 7 Oktober 2026 selama 90 hari, sampai dengan saat ini sudah disalurkan ke Desa Jenggrong, desa Dadapan, desa Gucialit, desa Pakel, desa Umbul, desa Meninjo
Sementara itu Serma Masruri Babinsa Tunjung Gucialit Lumajang mengatakan kehadirannya bersama tim BPBD bertujuan memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.
“Kami hadir untuk mendampingi proses penyaluran air bersih sekaligus membantu memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban warga selama menghadapi keterbatasan air akibat musim kemarau,” ujarnya di lokasi.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi bersama. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan masyarakat untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Lumajang.
Penyaluran ini disambut positif warga Sekarmulyo. Selain membantu memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak, kehadiran bantuan juga mengurangi kecemasan masyarakat di tengah menipisnya sumber air tanah.
BPBD Lumajang mencatat, kemarau tahun ini menyebabkan sejumlah dusun di wilayah Gucialit mengalami penurunan debit air. Karena itu, distribusi air bersih akan terus diprioritaskan ke titik-titik yang paling terdampak.
Dengan pendampingan Babinsa di lapangan, proses droping diharapkan berlangsung lancar dan manfaatnya langsung dirasakan warga. Kehadiran aparat kewilayahan bersama BPBD juga menjadi bentuk nyata pemerintah hadir membantu masyarakat menghadapi kondisi darurat akibat perubahan musim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....