Pabrik Arang di Tlogosari Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta
- 29 Jul 2026 18:52 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Sebuah pabrik arang di Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, terbakar pada Rabu, 29 Juli 2026. Kebakaran menghanguskan gudang penyimpanan, arang siap jual, hingga bahan baku arang dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, mengatakan proses pemadaman berlangsung selama sekitar enam jam. Petugas mengerahkan dua regu pemadam kebakaran dan menghabiskan sekitar 20 tangki air berkapasitas 5.000 hingga 6.000 liter untuk menjinakkan api.
"Kerugian mencapai Rp500 juta. Kerusakan di bagian satu sekitar Rp50 juta, sedangkan di bagian sebelahnya mencapai Rp450-an juta," ujar Tedy.
Ia menjelaskan, kebakaran diduga bermula saat pekerja memanen arang dari tempat pengovenan. Arang yang dipindahkan ke gudang penyimpanan diduga masih menyimpan bara api. Kondisi cuaca yang berangin kemudian memicu bara tersebut kembali menyala hingga menyebabkan kebakaran.
"Diduga api bersumber dari arang yang masih membara," katanya.
Menurut Tedy, angin kencang pada musim kemarau membuat api dengan cepat menjalar dan melalap seluruh isi gudang beserta bangunannya. Proses pemadaman juga terkendala karena tumpukan arang yang terbakar terus mengeluarkan bara sehingga api sulit dipadamkan sepenuhnya.
Selain itu, lokasi pabrik yang berada cukup jauh dari jalan utama menyulitkan armada pemadam untuk melakukan pengisian ulang air. Akibatnya, proses pemadaman yang dimulai sekitar pukul 06.00 WIB baru dapat dikendalikan sekitar pukul 12.00 WIB.
"Iya, lokasinya cukup jauh dari jalan utama," ujarnya.
Meski mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Tedy mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama saat kondisi cuaca berangin. Ia mengingatkan agar masyarakat memastikan api benar-benar padam setelah membakar sampah maupun aktivitas lain yang menggunakan api terbuka.
"Khawatir apinya menyala lagi karena terpaan angin," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....