Banyuwangi Luncurkan Program Ketahanan Pesisir Berbasis Kolaborasi
- 28 Jul 2026 12:23 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan program Coastal Resilience Initiatives sebagai upaya memperkuat ketahanan ekosistem pesisir melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Program tersebut diluncurkan di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon, Pantai Lampon, Desa Pesanggaran, Senin 27 Juli 2026.
Program ini digagas untuk menjaga keberlanjutan kawasan pesisir Banyuwangi yang memiliki garis pantai sepanjang 175,8 kilometer. Pelaksanaannya melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, PT Bumi Suksesindo (BSI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), perguruan tinggi, serta masyarakat pesisir.
Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut KKP, Amehr Hakim, mengatakan program tersebut sejalan dengan kebijakan ekonomi biru yang menjadi prioritas pemerintah dalam pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.
"Ada lima pilar di dalamnya, mulai dari memperluas kawasan konservasi, penangkapan ikan terukur, budidaya berkelanjutan, pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta laut bebas dari sampah," kata Amehr, Senin 27 Juli 2026..
Peluncuran program turut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, jajaran direksi PT BSI dan PT Merdeka Copper Gold Tbk, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, akademisi, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimda Banyuwangi.
Menurut Amehr, Coastal Resilience Initiatives diharapkan menjadi model pengelolaan pesisir yang dapat diterapkan di daerah lain, khususnya di kawasan pesisir Jawa Timur.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan Banyuwangi selama ini telah menerapkan berbagai program pengelolaan laut berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut juga mendapat perhatian negara-negara ASEAN dan Pasifik yang sebelumnya berkunjung ke Banyuwangi dalam agenda pengembangan ekonomi biru.
"Dengan kolaborasi banyak pihak, mulai perusahaan seperti PT BSI hingga dukungan Kementerian KKP, kami percaya kelestarian ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat," ujar Mujiono.
Direktur Utama PT BSI Adi Adriansyah Sjoekri menjelaskan program tersebut merupakan investasi jangka panjang yang mengedepankan keseimbangan antara konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.
Program Coastal Resilience Initiatives mencakup enam inisiatif utama, yakni penanaman mangrove, pelestarian hutan pantai, transplantasi terumbu karang, pengembangan ekowisata, peningkatan pendapatan nelayan, serta penguatan kelembagaan nelayan. PT BSI menargetkan pemulihan lebih dari 60 hektare terumbu karang, rehabilitasi 200 hektare mangrove, dan 17,5 hektare hutan pantai. Pada peluncuran program, penanaman puluhan bibit cemara telah dilakukan di kawasan Pantai Lampon sebagai langkah awal pelaksanaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....