Bupati Ipuk Paparkan Inovasi Layanan Kesehatan Banyuwangi di Forum Nasional
- 28 Jul 2026 08:23 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan berbagai inovasi layanan kesehatan dalam forum kesehatan nasional Leimena Conference di Jakarta, Senin 27 Juli 2026. Dalam forum yang digagas Kementerian Kesehatan tersebut, Ipuk diundang untuk berbagi pengalaman memperkuat Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis puskesmas.
Bupati Ipuk menjadi pembicara pada sesi leaders talk yang dibuka Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus. Turut hadir sebagai narasumber antara lain Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, serta Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Dalam paparannya, Ipuk menjelaskan berbagai keterbatasan daerah tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi justru memperkuat layanan primer melalui pendekatan promotif dan preventif yang berpusat di puskesmas.
"Kami menyadari ada banyak keterbatasan di daerah kami, mulai dari fiskal, SDM hingga infrastruktur. Hal ini tidak membuat kami patah hati, tetapi justru memotivasi untuk membuat inovasi penguatan layanan kesehatan primer," ujar Ipuk, Senin 27 Juli 2026.
Salah satu inovasi yang dipaparkan ialah program Mal Orang Sehat yang mendorong masyarakat memeriksakan kesehatan secara rutin sebelum sakit. Program tersebut kini diperkuat dengan layanan konsultasi kesehatan gratis selama 24 jam melalui WhatsApp bertajuk Oasis Wangi yang dikembangkan bersama Noora Health.
Selain itu, Banyuwangi juga menjalankan berbagai program pendukung, seperti Satgas Stunting untuk meningkatkan gizi ibu hamil dan balita, Rantang Kasih bagi warga lanjut usia dan sebatang kara, serta layanan Jemput Bola Rawat Warga yang menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
Ipuk menambahkan seluruh program tersebut bertujuan memperkuat upaya pencegahan penyakit sehingga dapat mengurangi beban pembiayaan kesehatan di masa mendatang. Menurutnya, pembagian tugas yang jelas di tingkat puskesmas juga disertai peningkatan insentif bagi tenaga kesehatan.
"Seberapapun anggarannya tidak akan cukup jika hanya digunakan untuk menyembuhkan. Dengan langkah preventif, setidaknya beban pembiayaan kesehatan bisa ditekan. Program ini kini semakin kuat karena bersinergi dengan Cek Kesehatan Gratis dari pemerintah pusat," kata Ipuk.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi langkah Banyuwangi dalam memperkuat layanan primer. Menurutnya, meningkatnya aktivitas pelayanan di puskesmas menunjukkan upaya promotif dan preventif telah berjalan dengan baik di tengah masyarakat.
Leimena Conference merupakan forum kesehatan nasional yang mempertemukan para pemangku kepentingan sektor kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut juga menghadirkan pakar kesehatan internasional sebagai wadah berbagi praktik baik dalam penguatan sistem pelayanan kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....