KKN Universitas Airlangga Buat Peta Digital di Situbondo
- 28 Jul 2026 01:35 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, membuat inovasi Peta Digital Desa Jetis, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, sebagai program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Koordinator Desa (Kordes) Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Universitas Airlangga, Muhammad Imdy Nandana mengaku, digital desa menjadi program kerja unggulan, untuk memotret Desa Jetis dalam bentuk digital.
"Jadi untuk program kerja unggulan, kita menggarap peta digital dengan harapan masyarakat luar negeri pun bisa melihat Desa Jetis, mulai dari jumlah penduduknya, potensi desanya, dan lainnya," ujar Imdy Nandana, Senin, 27 Juli 2026.
Imdy Nandana mengemukakan, ada empat bidang kerja KKN di Desa Jetis, di antaranya, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi. Program kerja peta digital itu bagian dari bidang lingkungan.
"Kalau kesehatan, kami konsentrasinya pencegahan stunting. Di sini kan banyak masyarakat produksi tahu. Nah, tahu itu kita bikin tahu bakso dari ikan lele, yang punya kandungan gizi yang baik bagi balita dan ibu hamil," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jetis, Fadlan berterima kasih kepada mahasiswa KKN dari Universitas Airlangga, Surabaya. Keberadaan mahasiswa KKN banyak memberikan dampak positif untuk perkembangan Desa Jetis.
"Kami sekarang punya peta digital. Sekali klik langsung muncul desa kami. Masyarakat yang ingin mengetahui potensi desa kami, jumlah penduduk, mata pencaharian maupun potensi bencana, sudah ada di peta digital itu," ungkapnya.
Keberadaan mahasiswa Universitas Airlangga itu juga memberikan contoh yang baik bagi masyarakat sekitar, soal kebersihan. Mereka setiap hari membersihkan lingkungan sekitar termasuk masjid, sebagai bentuk kampanye mengajak masyarakat hidup bersih.
"Jadi mereka bersih-bersih setiap hari. Masjid, mushalla, lingkungan, semua dibersihkan," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang menemui mahasiswa KKN itu berharap agar program kerja mahasiswa Airlangga itu memberikan dampak positif terhadap masyarakat setempat.
"Saya berharap ada dampak positif dengan adanya KKN ini. Saya juga berterima kasih kepada mahasiswa yang sudah melaksanakan KKN di sini," ucap Bupati Rio.
Bupati sekilas menceritakan tentang sejarah Besuki yang merupakan pusat perekonomian dan membawahi empat kabupaten, Bondowoso, Banyuwangi, Jember, dan Situbondo. Dan Besuki merupakan pusat perekonomian kala itu.
"Temukan banyak hal di sini ya. Seperti aksen bahasa warga Besuki dan Situbondo itu beda. Karakternya juga beda. Lebih keras Besuki. Itu secara antropologis ya. Besuki basisnya pedagang, ideologinya pasar," bebernya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....