BMKG: Gelombang Selat Bali Berpotensi Mencapai 2 Meter
- 28 Jul 2026 00:33 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pelaku pelayaran di lintasan Ketapang-Gilimanuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi musim kemarau, monsun Australia, serta rambatan gelombang dari Samudera Hindia.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Yudi Nugraha, mengatakan tinggi gelombang di Selat Bali saat ini berkisar antara 1 hingga 2 meter. Kondisi tersebut masih dinilai aman untuk operasional kapal feri, namun kewaspadaan tetap diperlukan karena cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.
"Memasuki musim kemarau, terutama Juli hingga Agustus, tinggi gelombang di Selat Bali memang cenderung meningkat. Hal ini dipengaruhi rambatan gelombang dari Samudera Hindia yang masuk ke Selat Bali sehingga memicu cuaca yang lebih buruk dibanding bulan-bulan sebelumnya," ujar Yudi, Senin 27 Juli 2026.
Menurut Yudi, monsun Australia atau angin timuran turut memperkuat kecepatan angin di wilayah perairan. Dampaknya, gelombang di Selat Bali, khususnya bagian selatan, berpotensi meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, tinggi gelombang di Selat Bali bagian selatan berpotensi mencapai 2 meter. Sementara di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, tinggi gelombang diperkirakan masih berada pada kisaran 1 hingga 2 meter.
"Untuk kapal feri masih relatif kondusif. Namun kami tetap mengimbau agar seluruh awak kapal, operator pelabuhan, maupun pengguna jasa penyeberangan selalu waspada terhadap perubahan kondisi cuaca dan gelombang yang bisa meningkat sewaktu-waktu," kata Yudi.
BMKG juga mengimbau masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan untuk rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Potensi angin kencang dan gelombang tinggi diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir Agustus 2026 sehingga diperlukan kewaspadaan dalam setiap aktivitas pelayaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....