Sadeng Art Exhibition : Visualisasi Sejarah Masa Lalu Jember
- 26 Jul 2026 01:01 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember: Sejarah dan narasi masa lampau Kabupaten Jember kembali dihidupkan melalui pendekatan visual yang memukau dalam ajang Sadeng Art Exhibition yang berlangsung pada 18–25 Juli 2026 di Studio Seni Keke (dulu Gallery Ketut's), Jalan Letjen Suprapto Gang VI, Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Pameran yang diketuai oleh M. Rizal Herlambang ini mengusung tema Representasi Narasi Historis Sadeng Jember. Pemilihan tema tersebut sengaja dilakukan sebagai upaya strategis untuk menghadirkan kembali sejarah lokal kepada masyarakat luas dari berbagai kalangan agar lebih mudah dipahami dan diapresiasi melalui medium seni rupa.
Kegiatan yang didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan, LPDP, dan Dana Indonesia Raya ini melibatkan enam seniman berbakat, di antaranya M. Abdul Rosyid, Okki Dwi Pindiarto, Achmad Khoriji dan juga Maestira Milenia sang kurator. Para perupa menampilkan beragam gaya visual, mulai dari simbolik, naratif, dekoratif, tradisional, hingga kontemporer yang dituangkan ke dalam bentuk lukisan, instalasi seni, karya eksperimental, hingga wayang kulit. Melalui deretan karya tersebut, pengunjung tidak hanya disuguhkan keindahan estetika, tetapi juga diajak menyelami perkembangan geografis, sosial, budaya, dan politik yang membentuk identitas Jember pada masa lampau.

Ketua Pelaksana pameran, M. Rizal Herlambang, menyampaikan bahwa seluruh karya yang dipamerkan merupakan hasil dari proses kreatif yang panjang dan intensif sejak Januari hingga Juli 2026.
"Tahapan krusial mulai dari riset mendalam, eksplorasi gagasan, penciptaan karya, kurasi, hingga penataan ruang pameran dilakukan secara matang demi memastikan setiap pesan sejarah tersampaikan secara utuh. Jadi, pameran ini menjadi ruang dialektika bagi para seniman untuk menerjemahkan kisah dan perjuangan Sadeng, baik dari catatan sejarah maupun cerita rakyat yang berkembang, ke dalam bahasa visual yang kuat."ujarnya, 25 Juli 2026.

Salah satu daya tarik utama dalam pameran ini juga datang dari Dhebora Krisnowati Sumarahingsi, seorang pegiat budaya yang dikenal sebagai Si Tembank Ilalang, yang menampilkan sembilan karya monumentalnya. Karya-karyanya terinspirasi langsung dari perjalanan Mpu Prapanca dalam penulisan kitab Negarakertagama, khususnya Pupuh 48, dengan memadukan unsur relief candi, batu bata tua, batu-batuan, serta visual satwa endemik kawasan tersebut.
"Selama residensi kami mempelajari isi Negarakertagama. Jiwa karya ini saya hadirkan melalui simbol-simbol seperti ular, burung, hingga material batu dari candi yang saya susun menjadi bagian dari instalasi. Menurut saya, disini pentingnya seni sebagai media penyampai pesan perjuangan yang tak lekang oleh waktu." kata Dhebora.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....